Twitter

Selasa, 20 November 2012

Konvensi Naskah

Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan sedikit tentang konvensi naskah. Apa yang dimaksud dengan konvensi naskah? Konvensi naskah adalah semua persyaratan formal yang sudah berdasarkan ketentuan, aturan yang lazim dan sudah disepakati bersama dalam suatu penulisan agar tampak lebih bagus dengan segala persyaratan yang meliputi bagian – bagian pelengkap dan kebiasaan kebiasaan yang harus diikuti dalam dunia kepenulisan .
Untuk menulis sebuah naskah, kita harus memperhatikan bahwa karangan yang kita buat harus memenuhi tiga aspek utama persyaratan formal, yaitu: Bagian pelengkap pendahuluan, Isi karangan, Bagian pelengkap penutup. Selain itu, karangan memerlukan adanya pengorganisasian karangan.

Adapun unsur-unsur dalam penulisan sebuah karangan, yaitu:

A. Bagian Pelengkap Pendahuluan
Dalam pelengkap pendahuluan, ada 8 bagian yang harus ada, yaitu:
a. Judul Pendahuluan (Judul Sampul)
b. Halaman Judul
c. Halaman Persembahan (kalau ada)
d. Halaman Pengesahan (kalau ada)
e. Kata Pengantar
f.  Daftar Isi
g. Daftar Gambar (kalau ada)
h. Daftar Tabel (kalau ada)

B. Bagian Isi Karangan
Pada isi karangan terdapat 3 bagian, yaitu:
a. Pendahuluan
b. Tubuh Karangan
c. Kesimpulan

C. Bagian Pelengkap Penutup
Pada pelengkap penutup terdapat 4 bagian, yaitu:
a. Daftar Pustaka (Bibliografi)
b. Lampiran (Apendix)
c. Indeks
d. Riwayat Hidup Penulis



Dari unsur - unsur yang disebutkan di atas, berikut ini saya berikan penjelasan dari masing - masing bagian tersebut.
 
A. Bagian Pelengkap Pendahuluan
Bagian pelengkap pendahuluan adalah bagian yang bertugas sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu agar terlihat lebih menarik dan pada bagian ini tidak membahas sama sekali tentang isi dari karangan tersebut.


a. Judul Pendahuluan (Judul Sampul) dan Halaman Judul
Halaman judul pendahuluan hanya mencantumkan judul karangan atau judul buku yang ditulis dengan huruf kapital dan terletak di tengah halaman agak ke atas.Halaman ini hanya tercantum nama karangan, penjelasan adanya tugas, nama pengarang (penyusun), kelengkapan identitas pengarang (kelas, nomor pokok mahasiswa ), nama lembaga (jurusan, fakultas, unversitas), nama kota, dan tahun penulisan.
Untuk memberikan daya tarik pembaca, penyusunan judul perlu memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut:



  • Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan.
  • Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya.
  • Sampul: nama karangan, penulis, dan penerbit.
  • Halaman judul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, kelengkapan identitas pengarang, nama unit studi, nama lembaga, nama kota, dan tahun penulisan (dalam pembuatan makalah atau skripsi).
  • Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal), atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal).


  • Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan makalah atau skripsi pada halaman judul:

    • Judul diketik dengan huruf kapital
    • Penjelasan tentang tugas disusun dalam bentuk kalimat
    • Nama penulis ditulis dengan huruf kapital
    • Logo universitas untuk makalah, skripsi, tesis, dan disertasi, makalah ilmiah tidak diharuskan menggunakan logo.
    • Data institusi mahasiswa mencantumkan program studi, jurusan, fakultas, unversitas, nama kota, dan tahun ditulis dengan huruf kapital
    Hal-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal:
    • Komposisi tidak menarik.
    • Tidak estetik.
    • Hiasan gambar tidak relevan.
    • Variasi huruf jenis huruf.
    • Kata “ditulis (disusun) oleh.”
    • Kata “NIM/NRP.”
    • Hiasan, tanda-tanda, atau garis yang tidak berfungsi.
    • Kata-kata yang berisi slogan.
    • Ungkapan emosional.
    • Menuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi.

    b. Halaman Persembahan
    Bagian yang tidak terlalu penting dan jarang melebihi satu halaman, biasanya terdiri dari beberapa kata saja. Ditempatkan berhadapan dengan halaman belakang judul buku, atau berhadapan dengan halaman belakang cover buku, atau juga menyatu dengan halaman judul buku.

    c. Halaman Pengesahan
    Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditanda-tangani oleh pembimbing, pembaca/penguji, dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah.
    Judul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf kapital pada posisi tengah antara margin kiri dan kanan. Nama lengkap termasuk gelar akademis pembimbing materi/teknis, pembaca/penguji, dan ketua program jurusan ditulis secara benar dan disusun secara simetri kiri-kanan dan atas-bawah.Nama kota dan tanggal pengesahan ditulis di atas kata ketua jurusan.

    Hal-hal yang harus dihindarkan:
    • Menggaris-bawahi nama dan kata-kata lainnya.
    • Menggunakan titik atau koma pada akhir nama.
    • Tulisan melampaui garis tepi.
    • Menulis nama tidak lengkap.
    • Menggunakan huruf yang tidak standar.
    • Tidak mencantumkan gelar akademis.

    d. Kata Pengantar

    Kata pengantar merupakan bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa menulis sebuah karangan. Sifatnya formal dan ilmiah. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan, atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa yang sudah tertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan. Setiap karangan ilmiah harus menggunakan kata pengantar. Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut:
    • Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
    • Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
    • Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
    • Penjelasan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga.
    • Ucapan terima kasih kepada seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga yang membantu.
    • Penyebutan nama kota, tanggal, bulan, tahun, dan nama lengkap penulis, tanpa dibubuhi tanda-tangan.
    • Harapan penulis atas karangan tersebut.
    • Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran.
    Hal-hal yang harus dihindarkan:
    • Menguraikan isi karangan.
    • Mengungkapkan perasaan berlebihan.
    • Menyalahi kaidah bahasa.
    • Menunjukkan sikap kurang percaya diri.
    • Kurang meyakinkan.
    • Kata pengantar terlalu panjang.
    • Menulis kata pengantar semacam sambutan.
    • Kesalahan bahasa: ejaan, kalimat, paragraf, diksi, dan tanda baca tidak efektif.

    e. Daftar Isi
    Daftar isi adalah bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secara lengkap dan menyeluruh, dari judul sampai dengan riwayat hidup penulis yang berfungsi untuk merujuk nomor halaman dan tersusun secara konsisten dengan baik. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan.

    f. Daftar Gambar
    Bila dalam buku itu terdapat gambar-gambar, maka setiap gambar yang tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar. Daftar gambar menginformasikan: judul gambar, dan nomor halaman.

    g. Daftar Tabel
    Bila dalam buku itu terdapat tabel-tabel, maka setiap tabel yang tertulis dalam karangan harus tercantum dalam daftar tabel. Daftar tabel ini menginformasikan: nama tabel dan nomor halaman.
     


    B. Bagian Isi Karangan
    Bagian isi karangan merupakan inti dari karangan atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri.

    a. Pendahuluan
    Pendahuluan adalah bab I karangan. Pendahuluan bertujuan menarik perhatian pembaca, dengan menginfokan masalah apa yang akan dibahas dari bab awal hingga akhir. Pendahuluan terdiri dari latar belakang, masalah, tujuan pembahasan, pembatasan masalah, landasan teori, dan metode pembahasan.
    Untuk menulis pendahuluan yang baik, penulis perlu memperhatikan pokok-pokok yang harus tertuang dalam masing-masing unsur pendahuluan sebagai berikut:
    1.  Latar belakang masalah
    2.  Tujuan penulisan berisi target, sasaran, atau upaya yang hendak dicapai
    3.  Ruang lingkup masalah berisi pembatasan masalah yang akan dibahas.
    4.  Landasan teori
    5.  Sumber data penulisan berisi data- data yang bersesuaian dengan pembahasan
    6.  Metode dan teknik penulisan berisi penjelasan metode yang digunakan dalam pembahasan dan teknik penulisan menyajikan cara pengumpulan data.
    7.  Sistematika penulisan berisi gambaran singkat penyajian isi pendahuluan, pembahasan utama, dan kesimpulan.
    b. Tubuh Karangan
    Tubuh karangan atau bagian utama karangan merupakan inti karangan berisi sajian pembahasan masalah dan disinilah terletak segala masalah yang akan dibahas secara sistematis. Bagian ini menguraikan seluruh masalah yang dirumuskan pada pendahuluan secara tuntas. Kesempurnaan pembahasan diukur berdasarkan kelengkapan unsur-unsur berikut ini:
    1. Ketuntasan materi
      Materi yang dibahas mencakup seluruh variabel yang tertulis pada kalimat tesis, baik pembahasan yang berupa data sekunder (kajian teoretik) maupun data primer.
    2.  Kejelasan uraian/deskripsi
       yang terbagi tiga yaitu :
      • Kejelasan konsep
      • Kejelasan bahasa 
      • Kejelasan penyajian dan fakta kebenaran fakta 
    Hal-hal lain yang harus dihindarkan dalam penulisan karangan (ilmiah):
    1. Subjektivitas
    2. pembuktian pendapat tidak mencukupi

    c. Kesimpulan
    Kesimpulan merupakan bagian penutup dari isi karangan dan merupakan suatu intisari dari karangan mulai dari bab awal hingga akhir .Penulis dapat merumuskan kesimpulannya dengan dua cara:
    1. Dalam tulisan-tulisan yang bersifat argumentatif, dapat dibuat ringkasan-ringkasan argumen yang penting yang sejalan dengan perkembangan dalam tubuh karangan itu.
    2. Untuk kesimpulan-kesimpulan biasa, cukup disarikan tujuan atau isi yang umum dari pokok-pokok yang telah diuraikan dalam tubuh karangan itu. 

    C. Bagian Pelengkap Penutup
    Bagian pelengkap penutup juga merupakan syarat-syarat formal bagi suatu karangan ilmiah.

    a. Daftar pustaka (Bibliografi)
    Daftar pustaka (bibliografi) adalah daftar yang berisi judul buku, artikel, dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karangan. Setiap karangan ilmiah harus menggunakan daftar pustaka.

    Unsur-unsur daftar pustaka meliputi:
    1. Nama pengarang: penulisannya dibalik dengan menggunakan koma.
    2.  Tahun terbit.
    3.  Judul buku: penulisannya bercetak miring.
    4.  Data publikasi, meliputi tempat/kota terbit, dan penerbit..
    5.  Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel, nama majalah, jilid, nomor, dan tahun terbit.
    Keterangan:
    • Jika buku itu disusun oleh dua pengarang, nama pengarang kedua tidak perlu dibalik.
    •  Jika buku itu disusun oleh lembaga, nama lembaga itu yang dipakai untuk menggantikan nama pengarang.
    •  Jika buku itu merupakan editorial (bunga rampai), nama editor yang dipakai dan di belakangnya diberi keterangan ed. ‘editor’
    •  Nama gelar pengarang lazimnya tidak dituliskan.
    •  Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan urutan huruf awal nama belakang pengarang.

    b. Lampiran (Apendix)
    Lampiran (apendix) merupakan suatu bagian pelengkap yang fungsinya terkadang tumpang tindih dengan catatan kaki.Penyajian dalam bentuk lampiran agar tidak mengganggu pembahasan jika disertakan dalam uraian.

    c. Indeks
    Indeks adalah daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan disusun secara alfabetis (urut abjad).

    d. Riwayat Hidup Penulis
    Buku, skripsi, tesis, disertasi perlu disertai daftar riwayat hidup. Dalam skripsi menuntut daftar RHP lebih lengkap. Daftar riwayat hidup merupakan gambaran kehidupan penulis atau pengarang.


    sumber :
    http://gogopratamax.blogspot.com/2012/03/konvensi-naskah.html

    Sabtu, 17 November 2012

    Kutipan

    Kata kutipan mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kita sering mendengar kata tersebut. Namun tidak sedikit yang hanya tahu maksudnya tanpa mampu menjelaskan arti yang sebenarnya. Di dalam tulisan kali ini, saya akan menjelaskan sedikit mengenai kutipan. Agar kita sama - sama tahu, apa yang dimaksud dengan kutipan. Berikut ini adalah penjabarannya.


    Pengertian
    Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip.
    Suatu kutipan juga dapat merujuk kepada penggunaan berulang unit bentuk lain ekspresi, terutama bagian dari karya seni: unsur-unsur sebuah lukisan, adegan dari film atau bagian dari suatu komposisi musik.

    Tujuan
    Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:


    • Landasan teori
    • Penguat pendapat penulis
    • Penjelasan suatu uraian
    • Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu

    Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:

    1. Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
    2. Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
    3. kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
    4. Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
    5. Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
    6. Perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan

    Fungsi Kutipan
    Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
    1. Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi
    2. Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat
    3. Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana
    4. Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan
    5. Mencegah pengulangan penulisan data pustaka
    6. Meningkatkan estetika penulisan
    7. Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.
    Jenis - jenis Kutipan
    a. Kutipan langsung:
    Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan kurung siku [ ….. ].

    b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
    Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung (catatan perut) seperti telah dicontohkan.
    c. Kutipan pada catatan kaki
    d. Kutipan atas ucapan lisan
    e. Kutipan dalam kutipan
    f.  Kutipan langsung pada materi

    Sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Kutipan
    http://lytasapi.wordpress.com/2010/06/05/pengertian-fungsi-dan-jenis-kutipan/

    Selasa, 13 November 2012

    Topik dan Judul

    Pengertian Topik
    Topik merupakan suatu pokok dari sebuah pembicaraan atau sesuatu yang akan menjadi landasan dalam penulisan sebuah artikel.
    Topik berasal dari bahasa Yunani yaitu “Topoi” yang berati tempat dalam tulis menulis,pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan.maka dari itu topik merupakan Topic merupakan salah satu unsure yang penting dalam wacana percakapan. Menurut Howe opik itu merupakan syarat terbentuknya wacana percakapan.

    Syarat sebuah topik :
    1. Topik yang dipilih harus menarik perhatian,
    2. Dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca,
    3. Topik yang dipilih harus mempunyai sumber acuan yang jelas atau real, dll

    Batasan masalah sebuah topik
    Topik harus terbatas.  Mengapa topik itu harus terbatas? Karena apabila suatu topik itu terlalu luas maka topik itu akan menjadi dangkal dan tidak menarik untuk dibahas. Adapun yang mencakup dalam pembatasan tersebut meliputi : konsep, variabel, data, lokasi pengumpulan data dan waktu pengumpulan data. Elemen – elemen tersebut saling berhubungan satu sama lain, apabila salah satu elemen tersebut ada yang hilang maka sebuah topik itu tidak akan menarik dan akan terasa membosankan. Contoh apabila dalam memilih sebuah topik kita tidak menghiraukan konsep dari topik itu sendiri maka topik yang kita pilih itu tidak akan menarik si pembaca untuk membaca artikel yang telah kita buat. Jadi, pada intinya semua elemen tersebut saling mendukung agar sebuah topik itu dapat menarik perhatian si pembaca untuk membaca artikel yang kita buat.


    Pengertian Judul
    Judul adalah sebuah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku,atau kepala berita.Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.

    Syarat - syarat Judul  :
    a. Asli
    Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya.
    b. Relevan
    Setelah menulis,baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda ( harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut).
    c. Provokatif
    Judul tidak boleh terlalu sederhana, sehingga(calon) pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, kalau(calon) pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi.
    d. Singkat
    Judul tidak boleh bertele-tele, harus singkat dan langsung pada inti yang ingin dibicarakan sehingga maksud yang ingin disampaikan dapat tercermin lewat judul.
    e. Harus bebentuk frasa
    f. Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi,
    g. Tanpa tanda baca di akhir judul karangan,
    h. Menarik perhatian,
    i. Logis,
    j. Sesuai dengan isi.

    sumber :
    http://gladysdizz.blogspot.com/2010/04/perbedaan-topiktema-dan-judul.html,
    http://gustiayumade.wordpress.com/2010/10/16/syarat-topik-judul-dan-tema/,

    Senin, 29 Oktober 2012

    Kalimat Efektif dan Paragraf

    Pada kesempatan ini, yang akan saya bahas adalah mengenai pengertian kalimat efektif, syarat - syarat terpenuhinya suatu kalimat efektif, ciri - ciri, dan kesejajaran kalimat efektif.

    Pertama - tama kita bahas mengenai pengertian kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang memperlihatkan bahwa proses penyampaian oleh pembicara/penulis dan proses penerimaan oleh pendengar/pembaca berlangsung dengan sempurna sehingga isi atau  maksud yang di sampaikan oleh pembicara/penulis tergambar lengkap dalam pikiran pendengar/pembaca. Pesan yang diterima oleh pendengar/pembaca relatif sama dengan yang di kehendaki oleh pembicara/penulis.

    Suatu kalimat dikatakan efektif apabila memenuhi syarat - syarat berikut ini:

    1.  Kelogisan

    a)  Kalimat pasif dan aktif harus jelas
    b)  Subjek dan keterangan harus jelas
    c)  Pengantar kalimat dan predikat harus jelas
    d)  Induk kalimat dan anak kalimat harus jelas
    e)  Subjek tidak ganda
    f)   Predikat tidak didahului kata yang

    2.  Kepararelan
    Predikat kalimat majemuk setara rapatan harus pararel. Artinya, jika kata kerja, harus kata kerja semuanya, jika kata benda harus kata benda semuanya. Perhatikan contoh berikut:
    Harga sayuran disesuaikan atau kenaikan itu secara wajar.
    Yang benar adalah: Harga minyak disesuaikan atau dinaikan secara wajar.

    3.    Ketegasan
    a)  Unsur-unsur yang ditonjolkan diletakkan di awal kalimat.
         Contoh : Orang tua menasehati kita agar selalu berbuat kebaikan.
    b)  Membuat urutan yang logis.
    Misalnya 1, 2, dan 3 ; kecil, edang, dan besar; anak - anak,remaja dan orang tua, dsb.

    4.   Kehematan
    Kehematan adalah penggunaan kata-kata secara hemat, tetapi tidak mengurangi makna atau mengubah informasi.
    a)    Menghilangkan pengulangan subjek yang sama pada anak kalimat.
    b)    Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
    c)     Menghindarkan kesinoniman kata dalam kalimat.

    5.  Ketepatan, yaitu dalam pemakaian diksi atau pilihan kata harus tepat.
    a)    Pemakaian kata harus tepat
    b)    Kata berpasangan harus sesuai
    c)    Menghindari peniadaan preposisi.

    6.   Kecermatan
    Cermat ialah kalimat yang dihasilkan tidak menimbulkan tafsir ganda dan harus tepat diksinya. Prinsip kecermatan berarti cermat dan tepat menggunakan diksi. Agar tercapai kecermatan dan ketepatan diksi, harus memperhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini.
    a)    Hindari penanggalan awalan
    b)    Hindari peluluhan bunyi / c /
    c)    Hindari bunyi / s /, / p /, / t /, dan / k / yang tidak luluh
    d)    Hindari pemakaian kata ambigu

    7.   Kepaduan : informasi yang disampaikan itu tidak terpecah-pecah.
    a)    Kallimat tidak bertele-tele dan harus sistematis.
    b)    Kalimat yang padu menggunakan pola aspek-agen-verbal atau aspek-verbal-pasien.
    c)    Diantara predikat kata kerja dan objek penderita tidak disisipkan kata daripada/tentang.

    8.  Kesejajaran
    Kesejajaran adalah penggunaan bentuk-bentuk yang sama pada kata-kata yang paralel. Agar kalimat terlihat rapi dan bermakna sama, kesejajaran dalam kalimat diperlukan.

    9.  Keharmonisan
    Keharmonisan kalimat artinya setiap kalimat yang kita buat  harus harmonis  antara pola berpikir dan struktur bahasa.
    a)    Subjek
    Subjek (S) ialah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, tokoh, sosok, benda, sesuatu hal,
    b)    Predikat
    Predikat (P) adalah bagian kalimat yang memberitahu melakukan apa atau dalam keadaan bagaimana subjek. Predikat dapat juga berupa sifat, situasi, status, ciri, atau jati diri subjek.
    c)    Objek dan Pelengkap
    Objek dan Pelengkap adalah bagian kalimat yang melengkapi predikat.
    d)    Keterangan
    Keterangan (Ket) ialah bagian kaliamat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian yang lainnya.

    PARAGRAF

    Paragraf berasal dari bahasa Yunani “paragrafos” yang artinya “menulis disamping” atau “tertulis disamping”. Paragraf adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Paragraf bisa juga diartikan, seperangkat kalimat yang tersusun secara logis dan sistematis yang mengandung satu kesatuan ide pokok.

    Fungsi Paragraf
    Paragraf dapat berfungsi sebagai:
    a)   Penampung (fragmen/bagian) pikiran tau ide pokok
    b)   Alat untuk memudahkan pembaca memahami jalan pikiran pengarang
    c)   Alat bagi pengarang untuk mengembangkan jalan pikiran secara sistematis
    d)   Pedoman bagi pembaca mengikuti dan memahami alur pikiran pengarang
    e)    Alat untuk menyampaikan fragmen pikiran atau ide pokok pengarang kepada para pembaca
    f)     Sebagai penanda bahawa pikiran baru dimulai
    g)    Dalam rangka keseluruhan karangan paragraf dapat berfgsi sebagai pengantar, transisi, dan penutup.

    Unsur-Unsur paragraf
    1.    Ide pokok yaitu ide pembicaraan atau masalah yang bersifat abstrak. Ide pokok biasanya berupa kata, frase, atau klausa.
    2.    Kalimat topik yaitu perwujudan pernyataan ide pokok dalam bentuk yang masih abstrak.
    3.    Kalimat pengembang yaitu rincian atau penjelasan ide pokok dalam bnetuk yang kongret.
    4.  Kalimat penegas yaitu kalimat yang berfunggsi menegaskan dengan cara mengulang bentuk kalimat topik pada bagian akhir paragaraf
    5.    Transisi yaitu mata rantai penghubung paragraf

    Syarat pembuatan paragraf/alinea:
    1.  Kesatuan, maksudnya semua kalimat yang membina alinea itu secara bersama-sama  menyatakan satu hal suatu hal tertentu.
    2.   Koherensi (kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang membentuk alinea itu).
    3. Perkembangan alinea (perkembangan alinea adalah penyusunan/ perician daripada gagasan-gagasan yang membina alinea-alinea itu).

    Perkembangan Alinea
    Perkembangan dan pengembangan alinea mencakup dua persoalan utama yaitu,
    1.    Kemampuan merinci secara maksimal gagasan utama alinea ke dalam gagasan-gagasan bawahan.
    2.    Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur.

    Adapun metode pengembangan alinea antara lain :
    a)  Klimaks Dan Anti Klimaks
    b)  Sudut Pandangan
    c)  Perbandingan Dan Pertentangan
    d)  Analogi
    e)  Contoh
    f)   Proses
    g)  Sebab-Akibat
    h) Umum-Khusus Dan Khusus-Umum
    i)   Klasifikasi
    j)    Definisi luas
    k)  Perkembangan Dan Kepaduan Antar Alinea

    Jenis-jenis paragaraf berdasarkan kalimat utamanya:
    1.    Paragraf deduktif
    Merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan dilengkapi kalimat penjelas sebagai pelengkapnya.
    2.    Kalimat induktif
    Merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir kalimat dan kalimat penjelasnya terletak di awal paragraf.
    3.    Paragraf campuran
    Merupakan paragraf yang kaliamat utamanya terletak di awal paragaf dan dipertgas lagi di akhir paragaraf.

    Jenis-jenis paragarf berdasarkan isinya:
    1.   Narasi : paragaraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian, terdapat alur cerita, tokoh, setting dan konflik. Paragraf ini tidak memilki kalimat utama.
    2.   Deskripsi merupakan salah satu jenis karangan yang melukiskan suatu objek sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat dan mendengar mearasakan, mencium secara imajinatif apa yang dilihat, didengar, dan dicium oleh penulis tentang objek yang dimaksud.
    3.  Eksposisi merupakan paragraf yang berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca.
    4.    Argumentasi adalah paragraf atau karngan yang membuktikan kebenaran tentang sesuatu. Pada akhir paragraf atua karangan perlu disajikan kesimpulan.
    5.  Persuasi adalah paragraf yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca untik berbuat sesuatu.

    Sumber:
    http://irpantips4u.blogspot.com/2011/10/bab-i-pendahuluan.html
    sumber : http://saefullohlipana.blogspot.com/2012/03/kalimat-efektif.html
    http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDONESIA/196711031993032-NOVI_RESMINI/KALIMAT_EFEKTIF.pdf
    http://www.scribd.com/doc/58674069/Makalah-Paragraph