Twitter

Jumat, 09 Maret 2012

Bagi Saya Musik dan Teknologi Itu Berdampingan



Mengapa saya katakan demikian? Karena itulah yang saya rasakan. Sedikit ingin bercerita dan menuangkan pengalaman pribadi dalam blog ini.
Saat ini saya sedang menjalani proses perkuliahan semester 4 di Universitas Gunadarma, fakultas Ilmu Komputer, jurusan Sistem Informasi. Banyak hal yang saya tak sangka sebelumnya, dari hobi dan cita-cita saya sejak kecil ingin menjadi musisi, berbagai kegiatan bermusik yang pernah saya lakukan, seperti mengikuti festival band, mengisi acara di sebuah kafe, pernikahan, dan tak jarang mendapatkan penghargaan.
Ketika saya menginjak kelas 3 SMA semua keadaan itu sedikit berubah. Sejenak saya lepaskan kegiatan-kegiatan tersebut yang mungkin akan menyita waktu dan pikiran saya untuk fokus dalam belajar, karena akan menghadapi ujian. Memvakumkan diri dalam bermusik bukanlah niat saya untuk meninggalkanya, karena saya masih berambisi untuk menjadi musisi.
Masa ujian SMA telah dilewati(ketika para siswa sibuk menyiapkan diri untuk tes masuk perguruan tinggi, PMDK(Penelusuran Minat dan Kemampuan), dan sebagainya. Saatnya saya membuka mata untuk memikirkan jalan mana yang akan saya tempuh untuk kelanjutan karir dan kehidupan saya kelak. Tanpa pikir panjang, saya memutuskan untuk mengikuti program PMDK dari suatu Perguruan Tinggi Negeri(masih untuk mengejar impian saya sebagai musisi), yaitu jurusan Seni Musik. Berbagai berkas seperti prestasi saya di bidang musik, juga prestasi akademik saya lampirkan kedalamnya. Mengikuti tes bakat di PTN tersebut saya lewati dengan rasa optimis.
Sampai saatnya ketika eksekusi penerimaan mahasiswa melaui jalur PMDK akan dilakukan, pihak PTN tersebut menghubungi saya dan memberitahukan bahwa nilai tes bakat saya lakukan sudah memenuhi kriteria, namun berkas saya tidak ada di jurusan tersebut, kemungkinan besar salah memasukan berkas tersebut ke jurusan lain. Kesalahan tersebut(entah kesalahan guru BK dalam penyerahan berkas, atau dari pihak PTN) membuat saya sangat kecewa.
Pikirkan lagi dengan matang. Bermusik bukan satu-satunya karir yang bisa saya geluti nantinya. Masih banyak kesempatan untuk mensukseskan diri, pandai-pandailah memilih. Itulah yang selalu diingat dari ucapan Ibu saya.

Suatu saat saya mendapat undangan beasiswa dari Universitas Gunadarma, dari hasil tryout yang dilakukan di sekolah saya, kebetulan saya mendapat peringkat 5 besar. Setelah saya cari tahu tentang Universitas ini, ternyata saat itu menduduki peringkat 5 se-Indonesia. Hal itu membuat saya tertarik, dan Ibu saya pun mendukung untuk mengambil beasiswa tersebut. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan sitem informasi ini untuk kemudian saya jadikan sebagai wadah dalam mencari ilmu untuk kehidupan saya dihari kemudian. Beasiswanya berupa potongan biaya yang cukup besar, sangat membantu untuk lebih meringankan pengeluaran orang tua saya.

Kini dapat saya simpulkan sendiri dari pengalaman yang saya dapatkan. Begitu banyak pelajaran tentang maksud dari kegagalan. Saya sangat merasakan bahwa kegagalan memang suatu keberhasilan yang tertunda. Mungkin Tuhan telah menujukkan jalan yang lebih baik untuk saya. Bukan hanya dari kemampuan yang dimiliki, keberhasilan itu dapat diperoleh, tetapi dari potensi dan kemauanlah kita dapat menggapai harapan.
Sekarang, bermusik saya jadikan sebagai hiburan mengisi waktu dikala menemukan kejenuhan. Kendati demikian, saya pun tidak tahu apa rencana Allah ke depannya. Bisa jadi, saya akan bermusik kembali setelah lulus, atau tetap menjadikan musik sebatas hiburan dan bukan sebagai tempat mencari uang.
Itulah yang saya rasakan, bahwa musik dan teknologi memanglah berdampingan.

Rabu, 07 Maret 2012

Untuk Ibu Ira Phajar Lestari

Sedikit ulasan yang akan saya sajikan dalam tulisan ini, mengenai Ibu Ira Phajar Lestari selaku dosen pembimbing Teori Organisasi Umum 2 saat ini. Kesan pertama yang saya dapatkan dari pertemuan pertama dalam proses perkuliahaan, Bu Ira adalah dosen yang mampu memotivasi mahasiswa-mahasiswanya, termasuk saya pribadi. Beliau memiliki kemampuan dan daya tarik untuk mendekatkan diri kepada para mahasiswa yang dibimbingnya. Melalui caranya yang santai(namun serius), halus, serta bersahabat, Beliau mampu menyentuh hati dan pikiran saya untuk lebih memacu kemampuan softskill saya. Bu Ira memiliki metode untuk membuat para mahasiswanya lebih mengembangkan kreasi yang terpendam dalam diri masing-masing, dengan memberikan tugas yang lumayan padat setiap minggunya, membuat tulisan yang dituntut untuk lebih memunculkan sisi dari diri masing-masing berdasarkan bahasa, gaya menyajikan, dan gaya menulisnya.
Point yang paling saya resapi yaitu, saat Beliau menyampaikan bahwa kita harus menganggap tugas, membuat tulisan, dan disiplin yang diajarkan dan dikerjakan bukan semata-mata untuk mendapatkan nilai, nilai adalah bonus untuk kita. Hal terpenting adalah bahwa jika kita mengerjakan semua itu atas dasar rasa ikhlas, maka semua itu akan berbuah pengalaman, pelajaran, sekaligus bekal dimasa yang akan datang. Motivasi dari Beliau akan saya ingat dan terapkan dalam kehidupan saya selanjutnya.
Sedikit kritik dari saya. Saya harapkan Ibu mampu menyapa mahasiswa yang mungkin masih kurang(misalnya: dalam pengelolaan atau penataan blog ini), karena mungkin mahasiswa seperti saya sedikit sungkan untuk menanyakan, apakah saya termasuk ke dalam golongan yang masih terdapat kesalahan dalam pengelolaan atau penyajian blog ini? Karena kemungkinan ada beberapa mahasiswa yang salah dalam menangkap dan menyimpulkan mengenai informasi yang ibu sampaikan.
Apabila saya kurang sopan, saya mohon maaf.
Kepada Bu Ira, saya ucapkan banyak terimakasih atas masukkan dan motivasinya. Semoga Ibu nyaman mengajar di kelas kami dan mampu menjalin kerjasama yang baik.

Sabtu, 03 Maret 2012

Potret Kabupaten Karawang

Karawang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor di sebelah barat, Laut Jawa di utara, Kabupaten Subang di timur, Kabupaten Purwakarta di tenggara, serta Kabupaten Cianjur di Selatan. Banyak orang yang belum mengetahui tentang letak Kabupaten Karawang ini, sehingga mereka sering mengaitkan Karawang dengan Bekasi, dikarenakan sejak di bangku sekolah mungkin mereka mendengar Karawang hanya melalui Puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar yang berjudul Karawang-Bekasi. Sehingga mereka sering menganggap bahwa Karawang itu berdekatan dengan Bekasi.

Apabila anda berkunjung ke Kabupaten Karawang, sekilas anda akan menilai bahwa Karawang adalah kota yang sempit. Itu semua dikarenakan Kabupaten Karawang memiliki pusat kota yang relatif kecil dan daerahnya yang belum terlalu banyak tersentuh proyek pembangunan seperti Ibu Kota Jakarta. Jika dibandingkan dari luas wilayahnya, Kabupaten Karawang yang memiliki luas wilayah 1.737,30 km2, sedangkan DKI Jakarta hanya memiliki luas wilayah 740,3 km2. Kabupaten Karawang jauh lebih luas bukan?

Kabupaten Karawang memang memiliki pusat kota yang relatif kecil, namun dapat saya katakan bahwa pusat kota tersebut adalah strategis. Di sana kita dapat menemukan berbagai fasilitas mulai dari tempat berbelanja(seperti pasar modern, pasar swalayan), toko emas, toko pakaian, bengkel otomotif(Mobil, motor), percetakan, dll.
Dari keseluruhan fasilitas tersebut, kita tidak dipusingkan dengan harusnya mencari ke daerah yang berjauhan. Misalnya: anda sedang mencari suatu barang untuk dibeli di suatu toko, namun di toko yang anda cari tidak ada, maka anda dapat mencarinya di toko-toko lain yang jaraknya tidak berjauhan dari toko tersebut. Namun jika anda sudah mencari di semua toko di daerah tersebut dan ternyata tidak ada, terpaksa anda harus mencarinya di daerah lain. Karena sudah saya katakan tadi, Karawang hanya memiliki pusat kota yang hanya di situ-situ saja. Namun sekarang ini dapat saya perhatikan, Kabupaten Karawang dalam proses pembangunan, karena banyak dibangun fasilitas-fasilitas baru untuk kepentingan masyarakat, sekaligus memberi kenyamanan yang lebih.

Dari keseluruhan luas wilayah yang dimiliki Kabupaten Karawang, terdapat beberapa suguhan wisata alam, seperti Pantai Tanjung Baru, Pantai Tanjung Pakis, dan tempat wisata yang menjadi kebanggaan di tempat ini adalah Curug Cigentis. Wisata air terjun Curug Cigentis ini merupakan salah satu dari ke-7 tingkatan curug yang berada di Gunung Loji, Kaki Gunung Sanggabuana, tepatnya terletak di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru yang berjarak sekitar 44 km dari Pusat Kota Karawang. Selain masih alami, curug ini pun sekaligus menjadi simbol dari sisa-sisa hijaunya Karawang ditengah semakin panasnya sebagian besar wilayah Karawang. Terdapat pula beberapa curug yang terdapat di lokasi ini, seperti Curug Cipanundaan, Curug Bandung, Curug Cikarapyak, dan Curug Cikoleangkap. Tempat wisata alam ini diharapkan mampu untuk terus dikembangkan, diperkenalkan kepada wisatawan(lokal maupun domenstik), serta mampu terus dilestarikan agar terjaganya keindahan alam Indonesia, khususnya Kabupaten Karawang ini.
Curug Cigentis




















Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia

Jumat, 02 Maret 2012

Kisah Hidup Singkat Seekor Tonggeret


Berawal dari rasa penasaran saat saya temui seekor serangga mirip ulat dan lalat besar ini hinggap di pintu kamar kost-an saya, saya mencari tahu tentang serangga ini di internet. Ternyata serangga ini adalah “Tonggeret” yang selama ini saya ketahui hanya dari nama dan suaranya saja. Karena saya beberapa kali melakukan pendakian sebuah gunung yang masih ditumbuhi pohon-pohon besar, dan tiap kali saya melakukan pendakian itu saya selalu mendengar suara nyaring seperti jangkrik(namun jauh lebih kencang) dan ketika saya menanyakan tentang suara itu mereka menjawab “Itu adalah suara Tonggeret”. Dan baru kali ini saya melihat dengan mata kepala saya sendiri penampakan serangga itu. Saya merasa beruntung dan takjub melihat serangga tersebut, karena mereka mengatakan bahwa tonggeret sangat jarang terlihat oleh manusia walaupun suaranya sering kita dengar. Berhubung di dekat kost-an saya masih ada pohon-pohon yang lumayan besar, mungkin ia sedang terbang mencari tempat yang nyaman untuk bernyanyi. Hehe..

Tonggeret yang bernama Latin Cicada (Dalam bahasa Jawa: Garengpung) ini adalah seekor serangga yang seolah memberitahu bahwa musim hujan akan berlalu dan masuknya musim kemarau. Namun sayangnya di waktu sekarang ini, iklim mulai tidak bersahabat. Kita tidak dapat memprediksikan, kapan hujan akan datang dan kapan kemarau akan berlangsung.  Saat ini bumi kita banyak sekali dipengaruhi efek dari pemanasan global(Global Warming) yang membuat sedikit demi sedikit lapisan ozon semakin menipis, sehingga tidak ada lagi kepastian tentang kapan perubahan iklim itu terjadi seperti waktu dahulu saat bumi masih belum banyak mengalami perusakkan.

Tonggeret menunggu 17 tahun agar dapat bernanyi selama beberapa hari.




Kembali saya ingin mengulas tentang serangga yang membuat takjub diri saya pribadi. Di samping keunikan bentuk dari Tonggeret ini, ternyata Tonggeret harus menunggu selama 8 sampai 17 tahun (tergantung spesies) agar dapat bernyanyi(bersuara) seperti itu. Dia harus menunggu di dalam cangkang telur dan harus rela terkubur sebagai nymphia untuk jangka waktu yang sangat lama agar bisa muncul di pepohonan nan hijau 17 tahun kemudian. Setelah selama 17 tahun terkubur, garengpung jantan akan keluar dari tanah dan mulai berdendang dengan suara yang khas untuk mengundang si betina agar mau menghampirinya lalu menikah denganya. Artinya garengpung yang saya temui itu adalah hasil pembuahan 8 sampai 17 tahun silam. Sungguh takjub saya setelah membaca tentang serangga yang satu ini. SUBHANALLAH…..
Konon bulu tipisnya itu mampu menghasilkan suara dengan intensitas sampai dengan 120 DB (dari jarak dekat), dan badannya yang hanya sebesar ibu jari sebagai 'resonance chamber', atau bisa kita bilang badannya sebagai amplifier dari sebuah gitar elektrik. Tak heran bila ia dinobatkan sebagai serangga bersuara ternyaring. 
Namun sayang nanyian itu hanya terdengar 3 sampai 6 hari saja. Karena setelah mereka benyanyi dan melakukan pembuahan, maka sang jantan akan segera mati. Begitupun si setina, setelah berhasil menempatkan telurnya pada tempat yang aman dia akan segera menyusul sang kekasih.
Seandainya Tonggeret dapat mengungkapkan isi hatinya kepada manusia, mungkin ia akan berkata “Mengapa saat kini, saat waktunya aku untuk keluar dari cangkangku dan bernyanyi untuk memberitahukanmu tentang kabar gembira bahwa musim kemarau segera tiba, namun hujan masih sering turun sehingga aku tak mampu bersenandung seperti hakekatnya pendahulu sebelum diriku. Apa yang sudah terjadi? Ada apa dengan iklim ini?”.
Maka, apa yang akan terbesit di pikiran manusia yang telah membuat iklim ini tak menentu? Membuat kerusakkan dengan menebang hutan sembarangan, membuang sampah di sungai, dan tidak lagi memikirkan untuk melestarikan bumi ini. Mungkin Tonggeret sangat mengerti tentang fana-nya dunia ini, betapa berharganya waktu hidup di dunia.
Semoga saya dan kita semua mampu mengambil hikmah dari satu filosofi “Tonggeret” ini. Menjadi manusia yang lebih menghargai waktu, dan mengingat kepada Sang Pencipta bahwa kita hidup di dunia ini hanyalah sementara dan akan kembali kepada-Nya.

Jumat, 13 Januari 2012

Definisi dan Tipe - Tipe Kepemimpinan

•    Definisi Kepemimpinan

Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.

Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.


•    Tipe-Tipe Kepemimpinan

1. Tipe Otokratis

Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :
1.    Kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka.
2.    Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.
3.    Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.
Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:
1.    Menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya.
2.    Dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya.
3.    Bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi.
4.    Menggunakan pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyimpangan oleh bawahan.

2. Tipe Paternalistik

Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan. Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tiokoh-toko adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan.

3. Tipe Kharismatik

Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.

4. Tipe Laissez Faire

Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.

5. Tipe Kepemimpinan Militeristik

Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah:
1.    Lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana.
2.    Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan,
3.    Sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan,
4.    Menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya,
5.    Tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya,
6.    Komunikasi hanya berlangsung searah.

6. Tipe Kepemimpinan Populistis

Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif

Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.

8. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.
---------------------------------------------------------------------------------------

Sumber :
•    http://belajarpsikologi.com/tipe-tipe-kepemimpinan/
•    http://kadri-blog.blogspot.com/2010/11/tipe-tipe-kepemimpinan.html
•    http://belajarpsikologi.com/pengertian-kepemimpinan-menurut-para-ahli/


Studi Kasus

Berdasarkan dari 5 kasus yang diberikan, saya memilih kasus ke 5 untuk saya terangkan, yaitu:

Kehilangan Kursi

Sebuah organisasi manufacturing yang mempunyai karyawan sekitar 270 orang mempekerjakan seorang manajer pabrik baru dengan maksud untuk mengurangi biaya-biaya produksi, meningkatkan kualitas produk, dan memperbaiki produktivitas karyawan. Pekerjaan adalah melelahkan dan kondisi-kondisi pekerjaan sangat tidak menyenangkan. Ini terutama disebabkan oleh panas dan debu yang ditimbulkan proses produksi. Hari kerja dibagi menjadi tiga shift, dimana lama waktu setiap shift adalah 8 jam, tanpa waktu makan yang ditetapkan secara eksplisit. Para karyawan biasanya membeli minuman dan makanan di warung-warung di sekitar pabrik dan minum atau makan sambil bekerja. Teknisi keamanan pabrik mengemukakan bahwa gang-gang yang digunakan untuk lalau lintas truk-truk pengangkut barang sering terlambat atau terganggu oleh lalu lalang para karyawan yang memerlukan dan membeli minuman dan makanan. Manajer baru mengambil keputusan untuk membangun sebuah cafeteria untuk mengurangi bahaya keamanan ini dan untuk memberikan kepada para karyawan suatu tempat makan jauh dari proses produksi yang tidak menyenangkan.
Setelah bangunan diselesaikan, para karyawan mulai makan di cafeteria seperti yang diharapkan. Bagaimana juga, meninggalkan lokasi pekerjaan menunjukkan secara implisit adanya periode istirahat untuk makan bagi karyawan. Waktu yang dihabiskan para karyawan untuk keperluan tersebut tentunya naik secara menoyolok, dan sebagai akibatnya terjadi penurunan produktivitas. Manajer pabrik kemudian memutuskan bahwa untuk menghindari para karyawan mondar-mandir ke cafetari, dia memindahkan kursi-kursi. Para karyawan marah kaena “kenyamanan” yang selama ini mereka rasakan telah diambil. Konsultan pengembangan organisasi (organization development), setelah diperkenankan, memperoleh informasi dari serangkaian wawancara bahwa para karyawan tidak pernah menginginkan cafeteria. Mereka sesungguhnya menginginkan lokasi yang lebih aman dari truk-truk pengangkut barang.

Pertanyaan:
Apa kesalahan-kesalahan pokok yang dibuat manajemen dalam proses perubahan tersebut? Jelaskan!

Jawaban:
Menurut analisa dari kasus tersebut, terdapat kesalahan-kesalahan pokok yang dibuat manajemen dalam proses perubahan, yaitu:
Dimulai dari kesalahan dalam menganalisa situasi yang ada yang merupakan penilaian yang berbeda antara pihak manajemen terhadap para karyawan. Sampai kepada kesalahan pada tujuan awal atau salah sasaran, yang seharusnya ingin mengurangi bahaya keamanan justru berdampak kepada penurunan produktivitas akibat waktu yang dihabiskan karyawan.
Seharusnya sebelum melakukan perubahan, pihak manajemen perlu melakuakn pertimbangan sesuai tahapan-tahapan dalam proses perubahan. Seperti:
•    Menampung tekanan-tekanan sebagai faktor-faktor lingkungan eksternal.
•    Intervensi oleh orang luar yang menyarankan perbaikan-perbaikan.
•    Diagnosis serta pengenalan masalah dengan mengunpulkan berbagai informasi dan menganalisanya.
•    Penemuan penyelesaian baru serta komitmen pada serangkaian kegiatan dan membuat kolaborasi yang efektif dalam peningkatan baik kualitas penyelesaian maupun keterikatan pada serangkaian kegiatan yang akhirnya diputuskan untuk dipilih.

Untuk dapat menyimpulkan dan membuat proses perubahan dianggap lancar dan sukses hampir selalu tergantung kepada beberapa faktor, seperti:
1.    Redistribusi kekuasaan dalam organisasi dimana praktek-praktek pengambilan keputusan tradisional berubah menjadi lebih banyak menggunakan kekuasaan yang dibagi.
2.    Redistribusi kekuasaan dalam struktur organisasi tersebut terjdi melalui suatu proses perubahan yang berkembang.