Twitter

Kamis, 12 Juni 2014

PERBANDINGAN SOFTWARE RECOVERY FILE RECUVA DAN GETDATABACK

PENULIS:
1.     GUNARWIN A.R
2.     DEVI TANTOWI K.
3.     T. ARIEF N.

  

ABSTRAKSI

Dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, penggunaan komputer pasti sudah menjadi hal yang mutlak dilakukan karena pada zaman komputerisasi ini fungsi komputer sudah bukan lagi hanya digunakan untuk menghitung. Pengolahan data berupa text, gambar ataupun video dapat dilakukan dengan mudah dan cepat dengan menggunakan komputer. Didalam komputer itu sendiri terdapat fasilitas penyimpanan data. Penyimpanan data dilakukan agar hasil pekerjaan yang dilakukan menggunakan komputer sewaktu-waktu dapat dibuka kembali atau dilanjutkan kembali. Namun dalam kenyataannya, ada saja peristiwa dimana hasil pekerjaan tersebut, yang berupa file komputer, dapat saja hilang baik karena kelalaian ataupun karena kesalah pahaman sehingga file yang sangat dibutuhkan tersebut hilang dari media penyimpanan didalam komputer. Karena itu pengembalian data yang telah hilang sangat dibutuhkan agar hasil pekerjaan yang telah dikerjakan seseorang tidak sia-sia. Dalam mengembalikan file yang hilang, banyak software yang dapat digunakan, diantaranya adalah Recuva dan GetDataBack. Dalam penulisan jurnal kali ini akan dibahas mengenai perbandiangan antara kedua software tersebut   

Kata kunci : IT, IT Forensic, File Restore

  

1.     PENDAHULUAN
File merupakan identitas dari data yang disimpan didalam memori penyimpanan komputer dan dapat diatur pengguna. Beberapa operasi yang dilakukan terhadap file adalah open, copy, rename, delete dan masih banyak lagi. Salah satu operasi yang bisa dilakukan terhadap file adalah delete yang merupakan operasi untuk menghapus sebuah file. Ada 2 jenis penghapusan file yaitu menghapus file untuk sementara dan menghapus file secara permanen. Ketika pengguna melakukan penghapusan untuk sementara, file tersebut akan masuk kedalam recycle bin dan jika file tersebut dibutuhkan kembali, pengguna dapat dengan mudah melakukan restore file tersebut agar dapat dipergunakan kembali. sedangkan menghapus file secara permanen adalah penghapusan file sehingga file tersebut tidak ada didalam recycle bin komputer dan hilang dari memori penyimpanan komputer.
Dalam cakupan ilmu IT Forensic, dipelajari cara mengembalikan file yang telah dihapus secara permanen. Kegiatan mengembalikan file yang sudah dihapus secara permanen dilakukan untuk tujuan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran yang telah tersimpan didalam file komputer. Dengan menyelidiki file tersebut, para penyelidik mungkin akan dapat menemukan petunjuk yang berguna dalam kasus yang sedang ditangani.
Dalam penggunaan komputer sehaari-hari, mungkin ada saja situasi dimana file yang diaggap cukup penting hilang secara permanen, entah file tersebut tidak sengaja terhapus, hilang secara permanen yang disebabkan oleh virus atau pengguna terlambat menyadari bahwa file yang telah dihapusnya secara permanen ternyata adalah file yang penting. Karena itu mengembalikan file terebut cukup penting untuk dilakukan. 
Salah satu cara mengembalikan file yang telah dihapus secara permanen adalah dengan menggunakan software recovery file. Pada penulisan ini akan membandingkan 2 software recovery file yaitu, Recuva dan GetDataBack. Masing-masing software pasti memiliki kelebihan dan kelemahan dan pemilihan software dilakukan berdasarkan kebutuhan pengguna yang akan menggunakan software recovery file. Data-data yang digunakan sebagai perbandingan didapatkan dari website http://data-recovery-software.findthebest.com/.
Dengan membandingkan 2 software recovery file tersebut, diharapkan dapat dikatehui kelemahan dan kelebihan dari masing-masing software sehingga calon pengguna dapat dengan cermat memilih software mana yang akan digunakan untuk melakukan recovery file yang telah terhapus atau dihapus secara permanen.
2.     LANDASAN TEORI
2.1 File
File adalah entitas dari data yang disimpan di dalam sistem berkas yang dapat diakses dan diatur oleh pengguna. Sebuah berkas memiliki nama yang unik dalam direktori di mana ia berada. Alamat direktori dimana suatu berkas ditempatkan diistilahkan dengan path. Sistem berkas akan memberikan sebuah namaterhadap sebuah berkas agar dapat dikelola dengan mudah. Meski oleh sistem berkas penamaan dilakukan dengan menggunakan angka-angka biner, sistem operasi dapat menerjemahkan angka-angka biner tersebut menjadi karakter yang mudah dipahami.
Ada 2 jenis file yaitu file induk (master file) dan file transaksi (transaction file). File induk adalah file atau objek yang harus ada di suatu enterprise (unit usaha atau unit kegiatan) yang apabila tidak ada objek tersebut, maka unit usaha tersebut tidak akan berjalan sebagaimana fungsinya. Sedangkan file transaksidigunakan untuk merekam data hasil dari transaksi yang terjadi. Misalnya file penjualan yang berisi data hasil transaksi penjualan. Sehingga dapat diartikan bahwa file transaksi adalah catatan-catatan mengenai transaksi yang terjadi di dalam enterprise tersebut. Bisa jadi, transaction file adalah saling berelasinya atau berhubungnya satu atau lebih master file, dan transaction file dapat digunakan untuk mengupdate master file.

2.2 IT Forensic
Secara umum IT Forensik adalah ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat). Tujuan dari IT Forensik atau forensik komputer adalah yaitu melakukan penyelidikan terstruktur dengan mempertahankan rantai dari dokumentasi bukti untuk mencari tahu persis apa yang terjadi pada komputer dan siapa yang bertanggung jawab untuk itu.
IT Forensik biasanya mempunyai suatu standar prosedur: Untuk memperoleh suatu bukti dari komputer, penyidik harus melakukan langkah-langkah berikut ini. Suatu komputer harus diamankan dari pengubah atau perusak untuk menjamin data-data yang terdapat dalam komputer yang dirusak masih dapat diselamatkan, sehingga penyidik mendapatkan informasi yang sesungguhnya. Untuk itu penyidik harus mengisolir suatu komputer dari sebuah jaringan atau koneksi yang bisa menjadi cara untuk menghilangkan atau mengubah barang bukti.
Dalam pengetahuan IT forensik terdapat berbagai bidang ilmu yang terdiri dari Jaringan Komputer (Computer Networks), Keamanan Komputer, Komputer Forensik, Kriptografi, dll. Dan dalam melakukan suatu penyelidikan, IT forensik mempunyai Pengetahuan umum atau Metodologi umum mengenai proses pemeriksaan, yaitu : 
a.      Menemukan file yang dicurigai didalam komputer termasuk file yang ter-enkripsi, dilindungi dengan password, disembunyikan atau dihapus. Penyidik harus menyalin semua file yang ada dalam komputer. Dari salinan itulah penyidik dapat mencari barangbukti yang diperlukan, karena file asli harus tetap dalam kondisi yang ada sebelumnya.
b.      Melakukan recovery dari data atau file yang telah dihapus sebanyak mungkin, karena dari sinilah barang bukti dapat ditemukan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengunakan aplikasi recovery. Membuka file atau data yang dilindungi dengan password atau terenkripsi, dengan mengunakan aplikasi enkripsi dan password reset.
c.       Menganalisis area khusus dalam hardisk yang didesain untuk tidak dapat diakses secara normal. Sehingga dapat digunakan sebagai area untuk menyimpan file yang berhubungan dengan kasus. Mencata setiap langkah dalam setiap proses penyidikan.

2.3 Recuva
Recuva adalah perangkat untuk mendapatkan data kembali yang mudah digunakan. Dengannya, Anda dapat mencari dan mendapatkan kembali dokumen, file, folder dan informasi lainnya, yang telah terhapus sebelumnya. Recuva juga menggunakan teknik menimpa data yang aman untuk menghapus informasi penting, pribadi, dan sensitif. Website resmi recuva adalah www.piriform.com/recuva


2.4 GetDataBack
GetDataBack adalah sebuah software yang berfungsi untuk mengembalikan data atau file yang yang di hapus tanpa sengaja, file yang di format, direktori root yang telah rusak oleh virus dan kegagalan daya. GetDataBack bahkan dapat memulihkan data kita ketika drive tidak lagi diakui oleh Windows yang kita gunakan walaupun semua informasi MFT hilang. GetDataBack bekerja pada tingkat partisi. Memulihkan satu partisi pada suatu waktu.

GetDataBack memungkinkan penggunaatau user untuk melakukan pemulihan data sendiri dengan membimbing mereka melalui tiga langkah mudah yang gampang dimengerti dan pasti berhasil. Advanced algoritma akan membuat semua file dan direktori diletakkan secara bersamaan.

GetDataBack dapat mengembalikan data yang hilang atau terhapus dari :
  1. Hard Drives
  2. USB and Firewire Drives
  3. Partitions
  4. Floppy Drives
  5. Drive Images
  6. Zip/Jaz Drives
  7. Smart Media and Compact Flash Cards
  8. USB Flash Drives
  9. Remote drives through a serial cable or TCP/IP
  10. This version of GetDataBack recovers NT file systems, as used by Windows NT and Windows XP.






3.      PEMBAHASAN
Perbandingan yang dilakukan melalui website http://data-recovery-software.findthebest.com/compare/15-27/Recuva-vs-GetDataBack, perbadngingan yang dihasilkan menggunakan simbol “O” yang berarti adanya fitur dan simbol “X” yang menandakan ketidaak tersediaanya fitur. Didalam website tersebut menghasilkan perbandingan sebagai berikut

Recuva
GetDataBack
Damaged Files
X
O
Formatted
X
O
Partitioned
X
O
Recycle bin
O
X
virus
X
O
3.1  Cause Of Data Loss

Pada tabel diatas menyatakan bahwa recuva dapat mengembalikan file yang telah terhapus secara permanen dan sementara, namun tidak bisa mengembalikan data yang telah terformat, hilang karena virus, terpartisi dan file yang telah rusak. Namun untuk GetDataBack dapat mengembalikan semua data yang telah terformat, hilang karena virus, terpartisi dan file yang rusak. File yang terhapus sementara dapat dikembalikan dengan mudah dengan cara merestore file tersebut ketika masih ada didalam recycle bin.

Recuva
GetDataBack
Email
O
X
Encrypted
X
O
Compressed
O
O
Image
O
O
3.2  Types of Files to be Recovered

Masing-masing software dapat mengembalikan file dokumen seperti word, excel dan powerpoint, namun terdapat perbedaan jenis data yang dapat dikembalikan oleh masing-masing software. Untuk recuva dapat mengembalikan file yang telah terkompres, file email dan file image. Namun recuva tidak dapat mengembalikan file yang terenskripsi. Dan untuk GetDataBack dapat mengembalikan file yang telah terkompres, terenskripsi dan file image. File email meliputi Outlook, Thunderbird, Eudora dan file email lainnya.

Recuva
GetDataBack
FAT
X
O
NTFS
X
O
3.3  Support File Systems

FAT dan NTFS merupakan salah satu sistem berkas yang sering digunakan didalam sistem operasi. Sistem berkas, bisa disebut juga dengan perngarsipan, adalah suatu sistem untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan data dari file tertentu dan mengorganisasi file yang digunakan. Pada umumnya, sistem FAT digunakan pada versi windows XP, sedangkan NTFS digunakan pada versi windows & keatas.  

Recuva
GetDataBack
Removable media
O
X
SCSI
X
O
IDE
X
O
External Hard Drives
O
O
Serial ATA
O
O
3.4  Drives Supported

Jenis media penyimpanan juga dapat menjadi faktor apakah file yang telah hilang dapat dikembalikan. Perbedaan fasilitas yang mendukung pengembalian berdasarkan media penyimpanan adalah recuva dapat mengembalikan file yang telah hilang dengan jenis media penyimpanan removable media, external hard drives dan serial ATA, sedangkan GetDataBack dapat mengembalikan file dengan jenis media peyimpanan SCSI, IDE, external hard drives dan serial ATA. Recuva tidak dapat mengembalikan file dengan jenis media penyimpanan SCSI dan IDE, sedangkan GetDataBack tidak dapat mengembalikan file dengan jenis media peyimpanan removable media.
Perbedaan lain yang cukup mempengaruhi pemilihan antara kedua software ini adalah cara memperolehnya. Untuk recuva dapat diperoleh secara cuma-Cuma atau gratis dengan mendownloadnya, sedangkan untuk GetDataBack calon pengguna harus membayar untuk mendapatkan software ini. Namun untuk kedua software ini menyediakan software untuk free trial agar calon pengguna dapat mencoba software ini.

4.      KESIMPULAN
Pada website http://data-recovery-software.findthebest.com/ telah mengambil suara dari beberapa pengunjung yang telah menggunakan software yang tengah dibandingkan ini. Dapat dilihat bahwa sebesar 67% suara memilih Recuva sebagai software yang lebih baik dari GetDataBack yang memperoleh 33% suara. Kemungkinan yang menjadi faktor penting mengapa Recuva banyak dipilih oleh pengunjung adalah cara mendapatkan software ini, karena untuk mendapatkan, Recuva dapat diperoleh dengan gratis.

5.      DAFTAR PUSTAKA
            Tanggal akses: 6 April 2014
Tanggal akses: 4 April 2014
Tanggal akses: 4 April 2014
Tanggal akses: 4 April 2014
Tanggal akses: 4 April 2014
Tanggal akses: 6 April 2014


JURNAL STUDI KASUS MENGENAI PERATURAN DAN REGULASI

GUNARWIN ARDI R
DEVI TANTOWI K
T. ARIF N

UNIVERSITAS GUNADARMA
  

1.      PENDAHULUAN
Didunia IT, terdapat beberapa golongan profesi diantaranya adalah jaringan, database, programmer, design, konsultan IT, sistem analis dan lainnya. Dari masing-masing profesi tersebut sudah pasti memiliki regulasi dan peraturan masing-masing dan peraturan tersebut bertujuan agar kemampuan dan wewenang yang dimilikinya tidak disalah gunakan yang dapat mengakibatkan kerugian baik terhadap seseorang ataupun suatu instasi.
Sebagaimana terdapat pada undang-undang mengenai IT, yaitu UU No. 36 pasal 3 yang berbunyi:
“telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteran dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintah, serta meningkatkan hubungan antar bangsa.”
Selain undang-undang tersebut, terdapat juga undang-undang telekomunikasi dalam mengatur pengguna teknologi informasi. Undang-undang ini dibuat karena ada beberapa alasan, salah satunya adalah bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat cepat telah mengakibatkan perubahan yang mendasar dalam penyelanggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi. Dengan munculnya undang-undang tersebut membuat banyak terjadinya perubahan dalam dunia telekomunikasi, antara lain:
1.      Telekomunikasi merupakan infrastruktur penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
2.      Perkembangan teknologi yang sangat pesat dan tidak hanya terbatas pada lingkup telekomunikasi itu saja, melainkan sudah berkembang pada TI.
3.      Perkembangan teknologi telekomunikasi dituntut untuk mengikuti norma dan kebijaksanaan yang ada di Indonesia.


Dari undang-undang yang telah dibuat, dapat dilihat bahwa dalam dunia telekomunikasi dan IT ada peraturan-peraturan yang mengatur dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sehingga tujuan dasar dasar dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia ini dapat tercapai, yaitu untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintah, serta meningkatkan hubungan antar bangsa.


2.      LANDASAN TEORI

2.1       UU No. 36
2.1.1    Pasal 2
Telekomunikasi diselenggarakan berdasarkan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum, keamanan, kemitraan, etika, dan kepercayaan pada diri sendiri
2.1.2    Pasal 3
Telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteran dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintah, serta meningkatkan hubungan antar bangsa.


3.      PEMBAHASAN
Pada tahun 1994 seorang siswa sekolah musik yang berusia 16 tahun, yang bernama Richard Prycw atau lebih dikenal didunia hacker dengan nama alias Datastream Cowboy daitahan lantaran masuk secara ilegal kedalam ratusan sistem komputer rahasia termasuk pusat data dari graffits Air Force, nasa dan koran atomic research institute (badan penelitian atom korea). Dalam introgasinya dengan FBI, Richard mengaku belajar hacking dan cracking dari seseorang yang yang dikenalnya lewat internet dan menjadikannya seorang mentor dengan nama julukan “Kuji”. Hebatnya hingga saat ini sang mentor tidak pernah diketahui keberadaannya. Hingga akhirnya pada februari 1995 giliran Kevin Mitnick diganjar hukuman penjara dengan tuduhan telah mencuri sekitar 20.000 nomor kartu kredit. Bahkan ketika bebas Kevin menceritakan kondisinya ketika dipenjara tidak boleh menyentuh alat telekomunikasi apapun termasuk komputer dan telepon.
            Pada kasus tersebut, Richard yang notabene masih merupakan remaja mungkin memang bersalah karena melalukan kejahatan, namun kejahatan yang dilakukannya tidak terlepas dari peran sang mentor yang telah mengajarinya cara hacking dan cracking. Mentor tersebut seharusnya tidak mengejarkan ilmu tersebut kepada sembarang orang karena ilmu yang telah dberikannya dapat digunakan untuk melakukan kejahat, seperti pada kasus Richard Prycw, yang notabene masih merupakan remaja yang pikirannya masih labil dan kesadaran akan tanggung jawabnya masih kurang. Akan lebih baik sang mentor apabila ingin berbagi ilmu, lebih memilih orang agar kedepannya ilmu tersebut dapat digunakan untuk hal yang positif.
            Selain itu, bagi remaja-remaja seperti Richard lebih baik berfikir berkali-kali ketika ingin mengambil keputusan atau ketika ingin melakukan sesuatu. Menceritakan dan meminta saran orang terdekat seharusnya dilakukan sehingga para remaja tahu bahwa tindakan yang akan diambilnya benar dan tidak merugikan orang lain.
            Pada kasus tersebut terdapat 2 kejahatan yang dilakukan seseorang dengan menggunakan bantuan teknologi komputer dan objek yang menjadi sasaran juga adalah komputer itu sendiri yang telah terhubung dengan jaringan. Dalam penyelesaian kasus tersebut tentu saja tidak bisa hanya dengan menggunakan undang-undang biasa namun memerlukan undang-undang yang mengatur mengenai penggunaan komputer. Disitulah manfaat regulasi dan peraturan yang telah diciptakan sehingga para pelaku yang telah tertangkap dapat dihukum dengan cara yang berbeda dari para pelaku kejahatan fisik lainnya.  
           


4.      KESIMPULAN
Teknologi informasi jika dilakukan dan dikerjakan dengan niat baik pasti akan banyak manfaat yang didapat, baik untuk pelaku profesi maupun bagi orang atau instansi yang menggunakan jasa profesi tersebut. Begitu pula jika seorang yang memiliki kemampuan didalam salah satu profesi melakukan kejahatan, akan banyak juga kerugian yang akan ditimbulkan untuk orang lain atau instansi lain. rasa ingin tahu dan keinginan untuk mencoba kemampuan dirinya merupakan alasan terjadinya tindak kejahatan dibidang IT. Karena itulah diperlukan adanya  regulasi dan peraturan mengenai IT, sehingga dalam penggunaan teknologi tersebut terdapat batasan yang jelas terhadap apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seseroang. Dengan begitu, IT dapat digunakan sebagai mana tujuan awalnya yaitu untuk mempersatukan bangsa dan memajukan negara.


5.      DAFTAR PUSTAKA


JURNAL STUDI KASUS DATABASE PADA WEBSITE PENJURUSAN JURNAL

DATABASE PADA WEBSITE SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN

STUDI KASUS: www.majors.jputri.info


GUNARWIN ARDI R.
DEVI TANTOWI K.
T. ARIF N.

UNIVERSITAS GUNADARMA



1.      PENDAHULUAN
Website www.majors.jputri.info merupakan website yang ditujukan bagi siswa kelas 1 sekolah menengah atas yang masih bimbang mengenai jurusan apa yang akan dipilih ketika dikelas 2 nanti. Dengan memasukkan data-data yang dibutuhkan oleh website ini dan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada bagian simulasi, akan keluar output yang berupa altrenatif pilihan jurusan yang direkomendasikan oleh website SPK ini. Semakin besar nilai presentase suatu jurusan, semakin besar juga tingkat rekomendasi yang diberikan oleh website ini kepada siswa sehingga mereka dapat memilih jurusan yang sesuai minat dan kemampuannya.
Dengan bantuan website ini, para siswa lebih teryakinkan untuk memilih suatu jurusan dan tidak menyesal dikemudian hari dikarenakan merasa salah memilih jurusan. Kasus mengenai salah memilih jurusan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yang banyak terjadi adalah karena ikut-ikutan teman terdekatnya. Karena merasa bimbang untuk memilih jurusan, dan ketika itu pula ada teman terdekat yang menyerankan untuk ikut masuk kesuatu jurusan, tanpa mempertimbangkan kemampuan dan minat sebenarnya dari siswa tersebut melainkan hanya berdasarkan faktor perasaan, akan mengakibatkan kerusakan nilai-nilai mata pelajaran karena memang siswa tersebut tidak mampu mengikuti mata pelajaran yang dia pilih.
Karena berdasarkan fakta itulah website ini dibuat sehingga diharapkan para siswa terbantu untuk memilih jurusan yang sesuai kemampuan dan minatnya masing-masing. Ada 4 kriteria yang menjadi bahan penilaian website ini, diantaranya adalah nilai raport SMP, nilai UN dan prestasi yang telah dicapai, minat siswa dan nilai hasil simulasi test yang disediakan oleh website ini. Masing-masing nilai yang dimasukkan oleh siswa selanjutnya akan masuk kedalam database yang dimiliki website ini. Dari nilai-nilai yang terkumpul didalam database akan dilakukan perhitungan yang akan dilakukan oleh sistem sehingga akan menghasilkan 3 alternatif pilihan jurusan yang akan ditampilkan kepada user.
Peran database pada website ini sangat penting karena selain untuk merekam nilai-nilai yang telah dimasukkan, database juga berfungsi sebagai penampung nilai yang telah melalui tahap perhitungan didalam sistem untuk nantinya akan dilakukan perhitungan kembali daitahap selanjutnya. Pengelolaan nilai-nilai yang telah dimasukkan juga akan menjadi lebih mudah dengan adanya database sehingga akan memudahkan admin untuk mengelola website ini.

  

2.      STUDI LITERATUR

2.1              Website
Website adalah kumpulan dari halaman - halaman situs, yang terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web (WWW) di dalam Internet. Sebuah halaman web biasanya berupa dokumen yang ditulis dalam format HTML ( Hyper Text Markup Language ), yang selalu bisa diakses melalui HTTP, yaitu sebuah protokol yang menyampaikan informasi dari server website untuk ditampilkan kepada para pemakai melalui web browser.dan Website atau situs dapat juga diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).  

2.2              Database        
Database atau basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur, dan juga batasan-batasan data yang akan disimpan. Basis data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi dimana basis data merupakan gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat menghidari duplikasi data, hubungan antar data yang tidak jelas, organisasi data, dan juga update yang rumit.
Proses memasukkan dan mengambil data ke dan dari media penyimpanan data memerlukan perangkat lunak yang disebut dengan sistem manajemen basis data (database management system | DBMS). DBMS merupakan sistem perangkat lunak yang memungkinkan user untuk memelihara, mengontrol, dan mengakses data secara praktis dan efisien. Dengan kata lain semua akses ke basis data akan ditangani oleh DBMS. Ada beberapa fungsi yang harus ditangani DBMS yaitu mengolah pendefinisian data, dapat menangani permintaan pemakai untuk mengakses data, memeriksa sekuriti dan integriti data yang didefinisikan oleh DBA (Database Administrator), menangani kegagalan dalam pengaksesan data yang disebabkan oleh kerusakan sistem maupun disk, dan menangani unjuk kerja semua fungsi secara efisien.
Tujuan utama dari DBMS adalah untuk memberikan tinjauan abstrak data kepada user (pengguna). Jadi sistem menyembunyikan informasi tentang bagaimana data disimpan, dipelihara, dan tetap dapat diambil (akses) secara efisien. Pertimbangan efisien di sini adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks tetapi masih tetap bisa digunakan oleh pengguna awam tanpa mengetahui kompleksitas strukturnya.


3.      PEMBAHASAN
Data dibutuhkan didalam sistem website ini. Dalam menentukan alternatif mana yang paling tinggi tingkat presentasenya, website ini menggunakan sistem penunjang keputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Penggunaan database sangat penting peranya didalam sistem, selain sebagai penampung nilai, database juga juga berguna bagi seorang database admnistrator untuk memudahkan mengelola data yang ada didalam website ini. Website penjurusan ini memiliki 11 tabel didalam databasenya.


3.1              Table admin
            Tabel admin digunakan oleh untuk mengelola data admin yang ada didalam sistem. Tabel ini memiliki 3 field, yaitu id_admin, username dan password. Id_admin adalah field yang bersifat uniqe sehingga masing-masing admin tidak akan memiliki id_admin yang sama, sedangkan username dan password digunakan ketika login.
no
field
type
size
Key
1
id_admin
Smallint
2
Auto increment
2
username
Varchar
30
-
3
password
Varchar
15
-


3.2              Table user
Tabel user digunakan untuk menyimpan data user yang mendaftar diwebsite ini. Nisn merupakan kependekan dari nomor induk siswa nasional yang berarti bersifat uniqe dan tidak mungkin sama dengan seluruh siswa di Indonesia. Username dan password digunakan untuk login dan date merupakan tanggal kapan user tersebut mendaftar.
no
field
type
size
Key
1
nisn
int
10
primary
2
Name
Varchar
100
-
3
Username
Varchar
30
-
4
Password
Text
-
-
5
Date
Date
-
-


3.3              Tabel criteria
Tabel criteria ini berfungsi untuk mengelola data kriteria yang ada didalam sistem. Weight merupakan bobo suatu kriteria. Jadi bobot tersebut menentukan seberapa penting kriteria tersebut. Semakin besar bobo yang dimiliknya, dianggap semakin besar juga nilai kriteria tersebut  ketika masuk perhitungan didalam sistem 
no
field
type
size
Key
1
Id_criteria
Varchar
3
Primary
2
Criteria
Varchar
10
-
3
weight
float
3,2
-


3.4              Tabel majors_science
Tabel ini berguna untuk menampun nilai-nilai yang dimasukkan oleh user, yang berhubungan dengan jurusan matematika dan IPA. Report_sc merupakan nilai rata-rata yang berasal dari buku raport siswa, exam_sc meerupakan nilai rata-rata ujian nasional siswa ketika SMP, priority_sc adalah nilai peminatan siswa terhadap jurusan IPA tersebut, achievement_sc merupakan nilai yang masuk apabila siswa pernah mendapat penghargaan atau pernah memenangi lomba yang bersangkutan dengan jurusan IPA, dan test_sc adalah nilai yang masuk setelah siswa telah mengikuti simulasi test diwebsite ini. C_reportsc, c_examsc, c_prioritysc, c_achievementsc dan c_testsc adalah nilai-nilai hasil konversi berdasarkan bobot, dari nilai-nilai yang sebelumnya telah dimasukkan.
no
field
type
size
key
1
Nisn
Int
10
Primary
2
Report_sc
Varchar
10
-
3
exam_sc
Float
3,2
-
4
priority_sc
Smallint
1
-
5
achievement_sc
Varchar
4
-
6
test_sc
Float
3,1
-
7
c_reportsc
Float
6,3
-
8
c_examsc
Float
6,3
-
9
c_prioritysc
Float
6,3
-
10
c_achievementsc
Float
6,3
-
11
c_testsc
Float
6,3
-


3.5              Tabel majors_social
Tabel majors_social berguna untuk menampung nilai-nilai yang dimasukkan oleh user, yang berhubungan dengan jurusan IPS. Report_soc merupakan nilai rata-rata yang berasal dari buku raport siswa, exam_soc meerupakan nilai rata-rata ujian nasional siswa ketika SMP, priority_soc adalah nilai peminatan siswa terhadap jurusan IPS tersebut, achievement_soc merupakan nilai yang masuk apabila siswa pernah mendapat penghargaan atau pernah memenangi lomba yang bersangkutan dengan jurusan IPS, dan test_soc adalah nilai yang masuk setelah siswa telah mengikuti simulasi test diwebsite ini. C_reportsoc, c_examsoc, c_prioritysoc, c_achievementsoc dan c_testsoc adalah nilai-nilai hasil konversi berdasarkan bobot, dari nilai-nilai yang sebelumnya telah dimasukkan.
no
field
type
size
key
1
Nisn
Int
10
Primary
2
Report_soc
Varchar
10
-
3
exam_soc
Float
3,2
-
4
priority_soc
Smallint
1
-
5
achievement_soc
Varchar
4
-
6
test_soc
Float
3,1
-
7
c_reportsoc
Float
6,3
-
8
c_examsoc
Float
6,3
-
9
c_prioritysoc
Float
6,3
-
10
c_achievementsoc
Float
6,3
-
11
c_testsoc
Float
6,3
-


3.6              Tabel majors_language
Tabel majors_language berguna untuk menampung nilai-nilai yang dimasukkan oleh user, yang berhubungan dengan jurusan bahasa dan budaya. Report_lang merupakan nilai rata-rata yang berasal dari buku raport siswa, exam_lang meerupakan nilai rata-rata ujian nasional siswa ketika SMP, priority_lang adalah nilai peminatan siswa terhadap jurusan bahasa dan budaya tersebut, achievement_lang merupakan nilai yang masuk apabila siswa pernah mendapat penghargaan atau pernah memenangi lomba yang bersangkutan dengan jurusan bahasa dan budaya, dan test_lang adalah nilai yang masuk setelah siswa telah mengikuti simulasi test diwebsite ini. C_reportlang, c_examlang, c_prioritylang, c_achievementlang dan c_testlang adalah nilai-nilai hasil konversi berdasarkan bobot, dari nilai-nilai yang sebelumnya telah dimasukkan.

no
field
type
size
key
1
Nisn
Int
10
Primary
2
Report_lang
Varchar
10
-
3
exam_lang
Float
3,2
-
4
priority_lang
Smallint
1
-
5
achievement_lang
Varchar
4
-
6
test_lang
Float
3,1
-
7
c_reportlang
Float
6,3
-
8
c_examlang
Float
6,3
-
9
c_prioritylang
Float
6,3
-
10
c_achievementlang
Float
6,3
-
11
c_testlang
Float
6,3
-


3.7              Tabel test_result
Tabel test_result adalah merupakan tabel yang digunakan untuk menampung nilai hasil simulasi test yang disediakan website. kata wrong, correct dan empty pada nama field menunjukkan bahwa field tersebut menampung jawaban salah, benar dan kosong apabila siswa tidak mengisi jawaban pada soal. Kata math, science, soc, indo dan eng pada nama field menunjukkan nama mata pelajaran yang jawabannya akan ditampung oleh tabel.
No
Field
Type
Size
Key
1
Nisn
Int
10
Primary
2
Correct_math
Smallint
3
-
3
Wrong_math
Smallint
3
-
4
Empty_math
Smallint
3
-
5
Correct_science
Smallint
3
-
6
Wrong_science
Smallint
3
-
7
Empty_science
Smallint
3
-
8
Correct_soc
Smallint
3
-
9
Wrong_soc
Smallint
3
-
10
Empty_soc
Smallint
3
-
11
Correct_indo
Smallint
3
-
12
Wrong_indo
Smallint
3
-
13
Empty_indo
Smallint
3
-
14
Correct_eng
Smallint
3
-
15
Wrong_eng
Smallint
3
-
16
Empty_eng
Smallint
3
-


3.8              Tabel result
Tabel result digunakan untuk menampung nilai presentase, yang merupakan hasil perhitungan dari nilai-nilai sebelumnya, untuk masing-masing jurusan. Field mscience adalah field yang menampung presentase nilai untuk jurusan IPA, msocial untuk menampung presentase nilai untuk jurusan IPS dan mlanguage untuk menampung presentase nilai untuk jurusan bahasa dan budaya.
No
Field
Type
Size
Key
1
Nisn
Int
10
Primary
2
mscience
Float
6,3
-
3
msocial
Float
6,3
-
4
mlanguage
Float
6,3
-


3.9              Tabel package_sc
Tabel package_sc merupakan tabel yang digunakan untuk mengelola pertanyaan, pilihan dan jawaban untuk simulasi test dengan kategori jurusan matematika dan IPA. Field science_question digunakan untuk menampung pertanyaan, a_choice sampai d_choice untuk menampung pilihan jawaban dari pertanyaan, science_answer untuk menampung jawaban dari pertanyaan dan type_science untuk membedakan apakah pertanyaan tersebut termasuk matematika atau IPA.
No
Field
Type
Size
Key
1
Id_science
Varchar
3
Primary
2
Science_question
Text
-
-
3
a_choice
varchar
250
-
4
b_choice
Varchar
250
-
5
c_choice
Varchar
250
-
6
d_choice
Varchar
250
-
7
Science_answer
varchar
250
-
8
Type_science
varchar
1
-


3.10     Tabel package_soc
            Tabel package_soc merupakan tabel yang digunakan untuk mengelola pertanyaan, pilihan dan jawaban untuk simulasi test dengan kategori jurusan IPS. Field soc_question digunakan untuk menampung pertanyaan, a_choice sampai d_choice untuk menampung pilihan jawaban dari pertanyaan, soc_answer untuk menampung jawaban dari pertanyaan dan type_soc untuk menyimpan inisial dari pertanyaan.
No
Field
Type
Size
Key
1
Id_soc
Varchar
3
Primary
2
Soc_question
Text
-
-
3
a_choice
varchar
250
-
4
b_choice
Varchar
250
-
5
c_choice
Varchar
250
-
6
d_choice
Varchar
250
-
7
Soc_answer
varchar
250
-
8
Type_soc
varchar
1
-


3.10          Tabel package_lang
Tabel package_soc merupakan tabel yang digunakan untuk mengelola pertanyaan, pilihan dan jawaban untuk simulasi test dengan kategori jurusan bahasa dan budaya. Field lang_question digunakan untuk menampung pertanyaan, a_choice sampai d_choice untuk menampung pilihan jawaban dari pertanyaan, lang_answer untuk menampung jawaban dari pertanyaan dan type_lang untuk menyimpan inisial apakah pertanyaan tersebut termasuk bahasa indonesia atau bahasa inggris
No
Field
Type
Size
Key
1
Id_lang
Varchar
3
Primary
2
lang_question
Text
-
-
3
a_choice
varchar
250
-
4
b_choice
Varchar
250
-
5
c_choice
Varchar
250
-
6
d_choice
Varchar
250
-
7
lang_answer
varchar
250
-
8
Type_lang
varchar
1
-
  


4.      KESIMPULAN
Peran database didalam sistem penunjang keputusan yang dimiliki oleh website www.majors.jputri.info sangat penting. Selain untuk menampung nilai-nilai yang dimasukkan oleh user, database juga dapat digunakan untuk mempermudah mengelola data didalam sistem tersebut, yang berarti sesuai dengan tujuan penggunaan database, yaitu untuk menghindari duplikasi data, hubungan antar data yang tidak jelas, organisasi data, dan juga update yang rumit.
Dengan penggunaan database yang sesuai, sistem didalam website tersebut juga dapat berjalan dengan baik sehingga website ini akhirnya dapat benar-benar membantu para siswa untuk memilih jurusan yang sesuai kemampuan dan minatnya karena penjurusan merupakan suatu tahap yang sangat penting bagi masa depan siswa tersebut



5.      DAFTAR PUSTAKA.

http://www.majors.jputri.info
http://www.termasmedia.com/65-pengertian/69-pengertian-database.html
http://tegararian.blogspot.com/2013/03/pengertian-website.html