Twitter

Kamis, 17 April 2014

Penjualan Online Yamaha R15 Resmi Ditutup




Brosis, kabar yang berhembus tentang akan hadirnya yamaha R15 di Indonesia terjawab sudah. Antusias konsumen tentang hadirnya si kuda besi yang satu ini sangatlah tidak biasa. Karena tidak butuh waktu 23 jam, Yamaha R15 ludes terjual 1500 unit. Program indent yang diadakan Yamaha Indonesia dengan target 1500 untuk penjualan satu bulan dapat habis kurang dari satu hari.

Program yang dibuka mulai Selasa 15 April 2014 lewat situs www.IWantYamahaR15.com, 1.500 unit yang dipasarkan khusus itu ludes di hari itu juga terhitung dari jam 00.00 WIB – 23.00 WIB. Selain antusias untuk memiliki Yamaha R15, cepatnya penjualan melaui indent ini dikarenakan pembeli online 1500 unit pertama Yamaha R15 akan mendapatkan hadiah helm HJC Jorge Lorenzo.

Wow, penawaran yang sangat menarik. Selamat bagi pembeli 1500 pertama Yamaha R15. :-)

Sumber: iwanbanaran.com


Rabu, 16 April 2014

Undang - Undang Hak Cipta






Disusun oleh:
Teuku Arif Nurhadi
Devi Tantowi Khoeruman
Gunarwin Ardi Rukmana


ABSTRAKSI
Hak cipta memainkan peranan penting dalam komunikasi ilmiah. Hal ini adalah karena
karakteristik dari hak cipta tersebut. Hak cipta bekerja di setiap tahap siklus
pengetahuan. Hak cipta, langsumg maupun tidak langsung, mempengaruhi penciptaan
pengetahuan, perekaman dan pengorganisasian, publikasi, akses, penggunaan, dan
penciptaan kembali pengetahuan. Hak cipta juga terlalu memberikan penghargaan pada
penulis ilmiah, yang kadar keorisinilan karyanya, umumnya hanya sekian persen
(bukankah suatu karya ilmiah dibangun di atas penemuan terdahulu dan karenanya
mengandung karya orang lain juga). Di samping itu, hak cipta juga memberikan dampak
’pedang bermata dua’ pada penulis dan pengguna karya ilmiah yang orangnya seringkali
sama. Artikel ini menguraikan dampak negatif hak cipta pada komunikasi ilmiah, dan
mengusulkan empat skenario untuk pengelolaan hak cipta yang lebih efektif.

PENDAHULUAN
Setiap orang yang menciptakan karya tulis (karya ilmiah, program komputer,
kesusasteraan, dsb.) dan karya artistik (drama, musik, film, dsb.) secara otomatis
mendapatkan hak cipta. Hak cipta pertama kali mendapat perlindungan di tingkat
internasional pada tanggal 9 September 1886 melalui Berne Convention for The
Protection of Literary and Artistic Works.
Hak cipta terdiri dari hak ekonomi dan hak moral. Secara umum (terlepas dari isi
perundang-undangan suatu negara), hak ekonomi adalah hak eksklusif pencipta untuk
memperoleh manfaat ekonomi dari karya ciptanya dan produk-produk terkait. Hak
ekonomi meliputi hak untuk memperbanyak, mendistribusi, menterjemahkan, membuat
adaptasi, membuat pertunjukan, dan memperagakan (display) suatu karya cipta. Hak
moral terdiri dari paternity right (hak untuk diidentifikasi sebagai pengarang atau direktur
suatu karya), integrity right (hak untuk menolak perubahan atas suatu karya), dan privacy
right (hak pemanfaatan foto dan film)1. Hak ekonomi dapat dipindahtangankan ke pihak
lain yang dapat juga memindahkannya ke pihak yang lain lagi. Hak ekonomi ada masa
berlakunya, yaitu sampai sekian tahun (misalnya 50 tahun) sesudah penciptanya
meninggal dunia. Hak moral tidak dapat dipisahkan dari pengarangnya dan ahli
warisnya, dan hal ini berlaku selamanya.
Pada mulanya hak cipta, terutama hak ekonominya, diadakan untuk mendorong
terjadinya penciptaan. Keuntungan ekonomi yang diperoleh diharapkan dapat membantu
pencipta untuk terus berkarya. Namun dalam perjalanannya, hak cipta, terutama atas
karya ilmiah, ternyata menimbulkan dampak yang negatif terhadap penyebaran dan
perkembangan pengetahuan. Padahal dalam era ekonomi berbasis pengetahuan
(knowledge-based economy), kemampuan untuk menciptakan dan menyebarkan
pengetahuan ilmiah merupakan faktor penentu fundamental kemakmuran suatu bangsa2.
Penciptaan pengetahuan itu sendiri juga sangat dipengaruhi oleh penyebaran pengetahuan
(seberapa cepat pengetahuan baru tersebar dan seberapa mudah diaksesnya).
Tulisan ini membahas dampak negatif dari hak cipta (terutama hak ekonominya) terhadap
penyebaran pengetahuan, dan cara mengatasinya. Karena penyebaran dan
pengembangan pengetahuan terjadi dan dilakukan bersama-sama oleh semua ilmuwan
yang pernah, sedang, dan akan hidup di dunia, maka pembahasan dilakukan secara
umum, dan tidak dikaitkan dengan peraturan perundang-undangan suatu negara.
Pembahasan juga akan dilakukan dalam konteks penyebaran pengetahuan ilmiah yang
juga melibatkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi.
1. Ketentuan Hukum

Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas. Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau “ciptaan”. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri. Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti, paten yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.

Di Indonesia, masalah hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu yang berlaku saat ini Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Dalam undang-undang tersebut pengertian hak cipta adalah “hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku” (pasal 1 ayat 1).

2. Lingkup Hak Cipta

Lingkup Hak Cipta Diatur Di Dalam Bab 2 Mengenai Lingkup Hak Cipta pasal 2-28 :

a. Ciptaan yang dilindungi (pasal 12), Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang mencakup: buku, Program Komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain, ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu, alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan, lagu atau musik dengan atau tanpa teks, drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim, seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan, arsitektur, peta, seni batik, fotografi, sinematografi, terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil pengalihwujudan.

b. Ciptaan yang tidak ada Hak Cipta (pasal 13), hasil rapat terbuka lembaga-lembaga Negara, peraturan perundang-undangan, pidato kenegaraan atau pidato pejabat Pemerintah, putusan pengadilan atau penetapan hakim atau keputusan badan arbitrase atau keputusan badan-badan sejenis lainnya.

3. Perlindungan Hak Cipta

Perlindungan hak cipta pada umumnya berarti bahwa penggunaan atau pemakaian dari hasil karya tertentu hanya dapat dilakukan dengan ijin dari pemilik hak tersebut. Kemudian yang dimaksud menggunakan atau memakai di sini adalah mengumumkan memperbanyak ciptaan atau memberikan ijin untuk itu.

Pasal 12 ayat 1 :

(1) Dalam Undang-undang ini ciptaan yang dilindungi adalah ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra, yang mencakup :

a.Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain.

b. Ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan.

c. Lagu atau musik dengan atau tanpa teks.

d. Drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan dan pantomime.

e. Seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan. Arsitektur, peta, seni batik.

f. Fotografi dan Sinematografi.

g. Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, data base, dan karya lain dari hasil pengalih wujudan.

(2) Ciptaan sebagaimana dimaksud dalam huruf l dilindungi sebagai Ciptaan tersendiri dengan tidak mengurangi Hak Cipta atas Ciptaan asli.

(3) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), termasuk juga semua Ciptaan yang tidak atau belum diumumkan, tetapi sudah merupakan suatu bentuk kesatuan yang nyata, yang memungkinkan Perbanyakan hasil karya itu.”

Menurut Pasal 1 ayat 8, Yaitu :

Program komputer adalah sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema, ataupun bentuk lain, yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi-fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus, termasuk penyiapan dalam merancang instruksi-instruksi tersebut.

Dan Pasal 2 ayat 2, Yaitu :

Pencipta dan /atau Pemegang Hak Cipta atas karya sinematografi dan program komputer (software) memberikan izin atau melarng orang lain yang tanpa persetujuannya menyewakan ciptaan tersebut untuk kepentingan yang bersifat komersial.

4. Pembatasan Hak Cipta

Pembatasan mengenai hak cipta diatur dalam pasal 14, 15, 16 (ayat 1-6), 17, dan 18. Pemakaian ciptaan tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta apabila sumbernya disebut atau dicantumkan dengan jelas dan hal itu dilakukan terbatas untuk kegiatan yang bersifat nonkomersial termasuk untuk kegiatan sosial, misalnya, kegiatan dalam lingkup pendidikan dan ilmu pengetahuan, kegiatan penelitian dan pengembangan, dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari penciptanya. Kepentingan yang wajar dalam hal ini adalah “kepentingan yang didasarkan pada keseimbangan dalam menikmati manfaat ekonomi atas suatu ciptaan”. Termasuk dalam pengertian ini adalah pengambilan ciptaan untuk pertunjukan atau pementasan yang tidak dikenakan bayaran. Khusus untuk pengutipan karya tulis, penyebutan atau pencantuman sumber ciptaan yang dikutip harus dilakukan secara lengkap. Artinya, dengan mencantumkan sekurang-kurangnya nama pencipta, judul atau nama ciptaan, dan nama penerbit jika ada. Selain itu, seorang pemilik (bukan pemegang hak cipta) program komputer dibolehkan membuat salinan atas program komputer yang dimilikinya, untuk dijadikan cadangan semata-mata untuk digunakan sendiri.

5. Prosedur Pendaftaran HAKI

Sesuai yang diatur pada bab IV Undang-undang Hak Cipta pasal 35 bahwa pendaftaran hak cipta diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HAKI) yang kini berada di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pencipta atau pemilik hak cipta dapat mendaftarkan langsung ciptaannya maupun melalui konsultan HAKI. Permohonan pendaftaran hak cipta dikenakan biaya (UU 19/2002 pasal 37 ayat 2). Penjelasan prosedur dan formulir pendaftaran hak cipta dapat diperoleh di kantor maupun situs web Ditjen HAKI. "Daftar Umum Ciptaan" yang mencatat ciptaan-ciptaan terdaftar dikelola oleh Ditjen HAKI dan dapat dilihat oleh setiap orang tanpa dikenai biaya. Prosedur mengenai pendaftaran HAKI diatur dalam bab 4, pasal 35-44.
http://fitrinurhayati91.blogspot.com/2013/03/uu-no-19-tentang-hak-cipta-ketentuan.html
http://id.wikisource.org/wiki/Undang-Undang_Republik_Indonesia_Nomor_19_Tahun_2002
http://boimzenji.blogspot.com/2013/04/uud-no-19-tentang-hak-cipta-ketentuan.html

PERBANDINGAN SOFTWARE RECOVERY FILE RECUVA DAN GETDATABACK

JURNAL
PERBANDINGAN SOFTWARE RECOVERY FILE RECUVA DAN GETDATABACK

PENULIS:
1.     GUNARWIN A.R
2.     DEVI TANTOWI K.
3.     T. ARIEF N.


ABSTRAKSI
Dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, penggunaan komputer pasti sudah menjadi hal yang mutlak dilakukan karena pada zaman komputerisasi ini fungsi komputer sudah bukan lagi hanya digunakan untuk menghitung. Pengolahan data berupa text, gambar ataupun video dapat dilakukan dengan mudah dan cepat dengan menggunakan komputer. Didalam komputer itu sendiri terdapat fasilitas penyimpanan data. Penyimpanan data dilakukan agar hasil pekerjaan yang dilakukan menggunakan komputer sewaktu-waktu dapat dibuka kembali atau dilanjutkan kembali. Namun dalam kenyataannya, ada saja peristiwa dimana hasil pekerjaan tersebut, yang berupa file komputer, dapat saja hilang baik karena kelalaian ataupun karena kesalah pahaman sehingga file yang sangat dibutuhkan tersebut hilang dari media penyimpanan didalam komputer. Karena itu pengembalian data yang telah hilang sangat dibutuhkan agar hasil pekerjaan yang telah dikerjakan seseorang tidak sia-sia. Dalam mengembalikan file yang hilang, banyak software yang dapat digunakan, diantaranya adalah Recuva dan GetDataBack. Dalam penulisan jurnal kali ini akan dibahas mengenai perbandiangan antara kedua software tersebut   
Kata kunci : IT, IT Forensic, File Restore

  
1.     PENDAHULUAN
File merupakan identitas dari data yang disimpan didalam memori penyimpanan komputer dan dapat diatur pengguna. Beberapa operasi yang dilakukan terhadap file adalah open, copy, rename, delete dan masih banyak lagi. Salah satu operasi yang bisa dilakukan terhadap file adalah delete yang merupakan operasi untuk menghapus sebuah file. Ada 2 jenis penghapusan file yaitu menghapus file untuk sementara dan menghapus file secara permanen. Ketika pengguna melakukan penghapusan untuk sementara, file tersebut akan masuk kedalam recycle bin dan jika file tersebut dibutuhkan kembali, pengguna dapat dengan mudah melakukan restore file tersebut agar dapat dipergunakan kembali. sedangkan menghapus file secara permanen adalah penghapusan file sehingga file tersebut tidak ada didalam recycle bin komputer dan hilang dari memori penyimpanan komputer.
Dalam cakupan ilmu IT Forensic, dipelajari cara mengembalikan file yang telah dihapus secara permanen. Kegiatan mengembalikan file yang sudah dihapus secara permanen dilakukan untuk tujuan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran yang telah tersimpan didalam file komputer. Dengan menyelidiki file tersebut, para penyelidik mungkin akan dapat menemukan petunjuk yang berguna dalam kasus yang sedang ditangani.
Dalam penggunaan komputer sehaari-hari, mungkin ada saja situasi dimana file yang diaggap cukup penting hilang secara permanen, entah file tersebut tidak sengaja terhapus, hilang secara permanen yang disebabkan oleh virus atau pengguna terlambat menyadari bahwa file yang telah dihapusnya secara permanen ternyata adalah file yang penting. Karena itu mengembalikan file terebut cukup penting untuk dilakukan. 
Salah satu cara mengembalikan file yang telah dihapus secara permanen adalah dengan menggunakan software recovery file. Pada penulisan ini akan membandingkan 2 software recovery file yaitu, Recuva dan GetDataBack. Masing-masing software pasti memiliki kelebihan dan kelemahan dan pemilihan software dilakukan berdasarkan kebutuhan pengguna yang akan menggunakan software recovery file. Data-data yang digunakan sebagai perbandingan didapatkan dari website http://data-recovery-software.findthebest.com/.
Dengan membandingkan 2 software recovery file tersebut, diharapkan dapat dikatehui kelemahan dan kelebihan dari masing-masing software sehingga calon pengguna dapat dengan cermat memilih software mana yang akan digunakan untuk melakukan recovery file yang telah terhapus atau dihapus secara permanen.
2.     LANDASAN TEORI
2.1 File
File adalah entitas dari data yang disimpan di dalam sistem berkas yang dapat diakses dan diatur oleh pengguna. Sebuah berkas memiliki nama yang unik dalam direktori di mana ia berada. Alamat direktori dimana suatu berkas ditempatkan diistilahkan dengan path. Sistem berkas akan memberikan sebuah nama terhadap sebuah berkas agar dapat dikelola dengan mudah. Meski oleh sistem berkas penamaan dilakukan dengan menggunakan angka-angka biner, sistem operasi dapat menerjemahkan angka-angka biner tersebut menjadi karakter yang mudah dipahami.
Ada 2 jenis file yaitu file induk (master file) dan file transaksi (transaction file). File induk adalah file atau objek yang harus ada di suatu enterprise (unit usaha atau unit kegiatan) yang apabila tidak ada objek tersebut, maka unit usaha tersebut tidak akan berjalan sebagaimana fungsinya. Sedangkan file transaksi digunakan untuk merekam data hasil dari transaksi yang terjadi. Misalnya file penjualan yang berisi data hasil transaksi penjualan. Sehingga dapat diartikan bahwa file transaksi adalah catatan-catatan mengenai transaksi yang terjadi di dalam enterprise tersebut. Bisa jadi, transaction file adalah saling berelasinya atau berhubungnya satu atau lebih master file, dan transaction file dapat digunakan untuk mengupdate master file.
2.2 IT Forensic
Secara umum IT Forensik adalah ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat). Tujuan dari IT Forensik atau forensik komputer adalah yaitu melakukan penyelidikan terstruktur dengan mempertahankan rantai dari dokumentasi bukti untuk mencari tahu persis apa yang terjadi pada komputer dan siapa yang bertanggung jawab untuk itu.
IT Forensik biasanya mempunyai suatu standar prosedur: Untuk memperoleh suatu bukti dari komputer, penyidik harus melakukan langkah-langkah berikut ini. Suatu komputer harus diamankan dari pengubah atau perusak untuk menjamin data-data yang terdapat dalam komputer yang dirusak masih dapat diselamatkan, sehingga penyidik mendapatkan informasi yang sesungguhnya. Untuk itu penyidik harus mengisolir suatu komputer dari sebuah jaringan atau koneksi yang bisa menjadi cara untuk menghilangkan atau mengubah barang bukti.
Dalam pengetahuan IT forensik terdapat berbagai bidang ilmu yang terdiri dari Jaringan Komputer (Computer Networks), Keamanan Komputer, Komputer Forensik, Kriptografi, dll. Dan dalam melakukan suatu penyelidikan, IT forensik mempunyai Pengetahuan umum atau Metodologi umum mengenai proses pemeriksaan, yaitu : 
a.      Menemukan file yang dicurigai didalam komputer termasuk file yang ter-enkripsi, dilindungi dengan password, disembunyikan atau dihapus. Penyidik harus menyalin semua file yang ada dalam komputer. Dari salinan itulah penyidik dapat mencari barangbukti yang diperlukan, karena file asli harus tetap dalam kondisi yang ada sebelumnya.
b.      Melakukan recovery dari data atau file yang telah dihapus sebanyak mungkin, karena dari sinilah barang bukti dapat ditemukan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengunakan aplikasi recovery. Membuka file atau data yang dilindungi dengan password atau terenkripsi, dengan mengunakan aplikasi enkripsi dan password reset.
c.       Menganalisis area khusus dalam hardisk yang didesain untuk tidak dapat diakses secara normal. Sehingga dapat digunakan sebagai area untuk menyimpan file yang berhubungan dengan kasus. Mencata setiap langkah dalam setiap proses penyidikan.
2.3 Recuva
Recuva adalah perangkat untuk mendapatkan data kembali yang mudah digunakan. Dengannya, Anda dapat mencari dan mendapatkan kembali dokumen, file, folder dan informasi lainnya, yang telah terhapus sebelumnya. Recuva juga menggunakan teknik menimpa data yang aman untuk menghapus informasi penting, pribadi, dan sensitif. Website resmi recuva adalah www.piriform.com/recuva
2.4 GetDataBack
GetDataBack adalah sebuah software yang berfungsi untuk mengembalikan data atau file yang yang di hapus tanpa sengaja, file yang di format, direktori root yang telah rusak oleh virus dan kegagalan daya. GetDataBack bahkan dapat memulihkan data kita ketika drive tidak lagi diakui oleh Windows yang kita gunakan walaupun semua informasi MFT hilang. GetDataBack bekerja pada tingkat partisi. Memulihkan satu partisi pada suatu waktu.
GetDataBack memungkinkan penggunaatau user untuk melakukan pemulihan data sendiri dengan membimbing mereka melalui tiga langkah mudah yang gampang dimengerti dan pasti berhasil. Advanced algoritma akan membuat semua file dan direktori diletakkan secara bersamaan.
GetDataBack dapat mengembalikan data yang hilang atau terhapus dari :
  1. Hard Drives
  2. USB and Firewire Drives
  3. Partitions
  4. Floppy Drives
  5. Drive Images
  6. Zip/Jaz Drives
  7. Smart Media and Compact Flash Cards
  8. USB Flash Drives
  9. Remote drives through a serial cable or TCP/IP
  10. This version of GetDataBack recovers NT file systems, as used by Windows NT and Windows XP.
3.      PEMBAHASAN
Perbandingan yang dilakukan melalui website http://data-recovery-software.findthebest.com/compare/15-27/Recuva-vs-GetDataBack, perbadngingan yang dihasilkan menggunakan simbol “O” yang berarti adanya fitur dan simbol “X” yang menandakan ketidaak tersediaanya fitur. Didalam website tersebut menghasilkan perbandingan sebagai berikut
Recuva
GetDataBack
Damaged Files
X
O
Formatted
X
O
Partitioned
X
O
Recycle bin
O
X
virus
X
O
3.1  Cause Of Data Loss
Pada tabel diatas menyatakan bahwa recuva dapat mengembalikan file yang telah terhapus secara permanen dan sementara, namun tidak bisa mengembalikan data yang telah terformat, hilang karena virus, terpartisi dan file yang telah rusak. Namun untuk GetDataBack dapat mengembalikan semua data yang telah terformat, hilang karena virus, terpartisi dan file yang rusak. File yang terhapus sementara dapat dikembalikan dengan mudah dengan cara merestore file tersebut ketika masih ada didalam recycle bin.
Recuva
GetDataBack
Email
O
X
Encrypted
X
O
Compressed
O
O
Image
O
O
3.2  Types of Files to be Recovered
Masing-masing software dapat mengembalikan file dokumen seperti word, excel dan powerpoint, namun terdapat perbedaan jenis data yang dapat dikembalikan oleh masing-masing software. Untuk recuva dapat mengembalikan file yang telah terkompres, file email dan file image. Namun recuva tidak dapat mengembalikan file yang terenskripsi. Dan untuk GetDataBack dapat mengembalikan file yang telah terkompres, terenskripsi dan file image. File email meliputi Outlook, Thunderbird, Eudora dan file email lainnya.
Recuva
GetDataBack
FAT
X
O
NTFS
X
O
3.3  Support File Systems
FAT dan NTFS merupakan salah satu sistem berkas yang sering digunakan didalam sistem operasi. Sistem berkas, bisa disebut juga dengan perngarsipan, adalah suatu sistem untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan data dari file tertentu dan mengorganisasi file yang digunakan. Pada umumnya, sistem FAT digunakan pada versi windows XP, sedangkan NTFS digunakan pada versi windows & keatas.  
Recuva
GetDataBack
Removable media
O
X
SCSI
X
O
IDE
X
O
External Hard Drives
O
O
Serial ATA
O
O
3.4  Drives Supported
Jenis media penyimpanan juga dapat menjadi faktor apakah file yang telah hilang dapat dikembalikan. Perbedaan fasilitas yang mendukung pengembalian berdasarkan media penyimpanan adalah recuva dapat mengembalikan file yang telah hilang dengan jenis media penyimpanan removable media, external hard drives dan serial ATA, sedangkan GetDataBack dapat mengembalikan file dengan jenis media peyimpanan SCSI, IDE, external hard drives dan serial ATA. Recuva tidak dapat mengembalikan file dengan jenis media penyimpanan SCSI dan IDE, sedangkan GetDataBack tidak dapat mengembalikan file dengan jenis media peyimpanan removable media.
Perbedaan lain yang cukup mempengaruhi pemilihan antara kedua software ini adalah cara memperolehnya. Untuk recuva dapat diperoleh secara cuma-Cuma atau gratis dengan mendownloadnya, sedangkan untuk GetDataBack calon pengguna harus membayar untuk mendapatkan software ini. Namun untuk kedua software ini menyediakan software untuk free trial agar calon pengguna dapat mencoba software ini.
4.      KESIMPULAN
Pada website http://data-recovery-software.findthebest.com/ telah mengambil suara dari beberapa pengunjung yang telah menggunakan software yang tengah dibandingkan ini. Dapat dilihat bahwa sebesar 67% suara memilih Recuva sebagai software yang lebih baik dari GetDataBack yang memperoleh 33% suara. Kemungkinan yang menjadi faktor penting mengapa Recuva banyak dipilih oleh pengunjung adalah cara mendapatkan software ini, karena untuk mendapatkan, Recuva dapat diperoleh dengan gratis.
5.      DAFTAR PUSTAKA
            Tanggal akses: 6 April 2014
Tanggal akses: 4 April 2014
Tanggal akses: 4 April 2014
Tanggal akses: 4 April 2014
Tanggal akses: 4 April 2014
Tanggal akses: 6 April 2014